AC Bandara Mati, Angkasa Pura II Minta Maaf

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koridor Check-In International maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten (18/4). TEMPO/Arif Fadillah

    Koridor Check-In International maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten (18/4). TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Angkasa Pura II memohon maaf kepada pengguna jasa Bandara Soekarno-Hatta karena pendingin ruangan (AC) di Terminal 2F mati tadi pagi, Jumat, 5 Desember 2014. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," kata Yudis Tiawan, Manajer Humas dan Protokoler Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

    Yudis menuturkan AC mati disebabkan oleh panel listrik di Terminal 2F yang berada di belakang tempat parkir khusus karyawan terbakar pada Rabu dinihari, 3 Desember 2014. Akibatnya, asap memenuhi sejumlah ruangan di terminal itu dan AC pun mati. Sumber api baru bisa dipadamkan 50 menit kemudian. (Baca: Ini Penyebab AC Bandara Soekarno-Hatta Mati)

    Petugas langsung melakukan penonaktifan jalur listrik ke area Main Power 24 untuk memutus arus listrik, agar dampak yang ditimbulkan dari panel yang terbakar tidak meluas. Sebanyak 25 petugas pemadam juga dikerahkan ke lokasi.

    General Manager Bandara Soekarno-Hatta Andika Nuryaman menuturkan AC di sebagian Terminal 2F masih mati. "Sambungan kabel banyak yang terbakar dan berdampak pada arus listrik di terminal 2F, salah satunya saluran ke AC," ujarnya saat dihubungi Tempo pagi ini.(Baca: AC Bandara Soekarno-Hatta Mati)

    Menurut Andika, hanya saluran AC saja yang masih mengalami gangguan. "Kami pastikan ini tidak menganggu operasional Bandara," katanya. Andika menuturkan perbaikan listrik pasca-terbakarnya panel dilakukan sangat hati-hati agar tidak berdampak pada opersional Bandara secara keseluruhan.

    JONIANSYAH

    Baca juga:
    2015, Cina Hapus Transplantasi Organ Tubuh Napi
    Jokowi Untung Golkar Tolak Perpu Pilkada, Kok Bisa?
    Kejar Jerman, FA Luncurkan Program 'DNA Inggris'
    Buka Akses Jurnalis Asing ke Papua!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.