Dewan DKI Jakarta Kebut Rampungkan RAPBD 2015  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPRD (tengah) Prasetio Edi Marsudi, bersama empat ketua wakil DPRD yaitu (kiri)  Muhammad Taufiq, (kanan) Triwisaksana, (dua kanan) Lulung Lunggana dan (dua kiri) Ferial Sofyan usai dilantik di DPRD DKI Jakarta, 26 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ketua DPRD (tengah) Prasetio Edi Marsudi, bersama empat ketua wakil DPRD yaitu (kiri) Muhammad Taufiq, (kanan) Triwisaksana, (dua kanan) Lulung Lunggana dan (dua kiri) Ferial Sofyan usai dilantik di DPRD DKI Jakarta, 26 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - DPRD akan kejar tayang menyelesaikan pembahasan RAPBD 2015. Dewan menargetkan pembahasan akan selesai pada Desember ini. "Supaya program-program pemerintah bisa cepat terlaksana," kata Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohammad Taufik kepada Tempo, Ahad, 7 Desember 2014. (Baca: Taksi Wajib Pasang GPS, Bisa Bebani APBD?)

    Besok, Dewan akan mengadakan sidang paripurna yang membahas alat kelengkapan Dewan. Sidang diprediksi tak akan berjalan alot sebab Dewan memiliki agenda penting lain yang sangat mendesak yaitu pembahasan RAPBD 2015. "Pembahasan RAPBD 2015 sudah sangat mendesak, tanpa itu pemerintah akan berjalan terseok-seok," kata Taufik.

    Ia optimistis target pembahasan selesai pada Desember tahun ini. "Dewan akan maraton supaya cepat selesai," kata Taufiq. Rencananya, seusai membahas alat kelengkapan, Dewan akan segera membahas RAPBD 2015. (Baca: 'Ahok-Djarot Jangan Seperti Foke dan Prijanto')

    Ia tak ingin menunda pembahasan RAPBD. "Itu program untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, akan kami kebut penyelesaiannya," kata dia. Program pemerintah untuk 2015, kata dia, sudah sangat mendesak untuk dijalankan. (Baca: Hadang Miras Oplosan, Ahok Ingat Al Capone)

    Program prioritas Pemerintah DKI Jakarta dipastikan tak berbeda dari tahun sebelumnya. Sebab, untuk penanganan banjir misalnya, tak dapat diselesaikan secara instan dalam jangka waktu satu tahun. "Oleh karena itu setiap daerah memprioritaskan program pengendalian banjir," kata Taufik.

    DINI PRAMITA

    Baca berita lainnya:
    Ditangkap Australia, Nelayan RI Malah Dapat Duit
    Jokowi, Presiden Pertama yang Perintahkan Tenggelamkan Kapal

    Kalahkan Malaysia, Indonesia ke Final Axiata Cup

    Ini Daftar Pemenang FFI 2014


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.