Selundupkan 5 Kg Ganja Thailand, Dua WNA Ditangkap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pohon Ganja. (AP Photo/Ed Andrieski, File)

    Ilustrasi Pohon Ganja. (AP Photo/Ed Andrieski, File)

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi Resor Tanjung Priok menangkap dua warga negara asing asal Malaysia dan Perancis karena menyelundupkan 5 kilogram ganja asal Thailand. "Dokumen pengiriman dipalsukan berupa perabotan rumah tangga. Setelah diperiksa menggunak sinar X-ray diketahui isinya mariyuana," ujar Kapolres Tanjung Priok Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi, Senin, 8 Desember 2014.

    Tersangka VB berkewarganegaraan Malaysia. Dia berperan sebagai distributor dari Malaysia ke Indonesia. Sedangkan tersangka YL berwarganegaraan Perancis berperan sebagai pembeli.  Selain menangkap kedua WNA, polisi juga menangkap seorang warga negara Indonesia asal Bandung, FB, yang menemani tersangka YL saat ditangkap di Kemang, Jakarta Selatan. "Mariyuana tersebut banyak digunakan oleh ekspatriat," ujar Hengki.

    Hengki mengatakan penangkapan dilakukan setelah polisi menjebak tersangka VB di Jalan Raya Abdul Rahman Saleh, Bandung, Jawa Barat. Dari pengakuan VB,  polisi langsung bergerak ke  Kemang, Jakarta Selatan, untuk menangkap YL. "Kami lakukan control suspect melalui FB, agar VB mau datang ke Indonesia," ujar Hengki.

    Menurut Hengki, ganja selundupan itu ditaksir bernilai Rp 1 miliar dan memiliki kualitas tinggi. "Mariyuana itu akan diedarkan saat perayaan tahun baru nanti, penggunanya banyak dikonsumsi oleh para kaum ekspatriat yang biasa kumpul di Kemang," ujarnya.

    Kepala Satuan Narkoba Polres Tanjung Priok Ajun Komisaris Martua Taripar Laut Silitonga mengatakan ganja asal Thailand ini adalah ganja berkualitas terbaik di dunia. "Jenis Thai Stick dan terkenal oleh warga asing di Asia. Awalnya ganja jenis ini terkenal di Timur Tengah," ujar Martua.

    Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 113 Ayat 2 sub Pasal 114 Ayat 2 lebih subsider Pasal 111 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal pidana mati dan denda Rp 13 Miliar. "Kami juga mengamankan satu wood table, dokumen resmi, tiga handphone, dan uang tunai Rp 10 juta," ujarnya.

    AMOS SIMANUNGKALIT

    Berita lain:
    Jokowi Tolak Sahkan Golkar Kubu Ical dan Agung 
    Golkar Hengkang dari Koalisi Prabowo 
    Faisal Basri Segera 'Telanjangi' Petral  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.