Malam Tahun Baru, Polisi Bersepeda di Enam Lokasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi patroli bersepeda. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Polisi patroli bersepeda. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono mengatakan akan mengerahkan polisi bersepeda untuk mengamankan malam Tahun Baru 2015. Menurut dia, ada enam lokasi yang akan dijaga oleh polisi sepeda. 

    Keenam titik tersebut adalah Bunderan Hotel Indonesia, Monumen Nasional, Taman Mini Indonesia Indah, Pantai Ancol, Kawasan Kota Tua, dan beberapa pulau di Kepulauan Seribu. "Tahun lalu kami patroli menggunakan golf car. Patroli menggunakan sepeda juga membuat bada lebih sehat," ujar Unggung di Jalan M.H Thamrin, Jakarta, Ahad, 28 Desember 2014. 

    Sebelumnya, kata dia, akan menyiagakan 11.829 personel untuk mengamankan malam pergantian tahun baru di ibu kota. Mereka akan mengatasi kemacetan lalu lintas sekaligus memberantas peredaran minuman keras dan barang berbahaya, seperti mercon. (baca: 11 Ribu Polisi Amakan Tahun Baru di Jakarta)

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar Jakarta Night Festival pada Rabu malam, 31 Desember 2014. Sebanyak 13 panggung hiburan disiapkan di sepanjang Jalan M.H. Thamrin dan panggung utama di lapangan Monas.

    Polisi sepeda yang akan dikerahkan untuk setiap posnya, kata Untung, berjumlah 156 personel. "Ada tiga fungsi satuan yang kami kerahkan yaitu dari Sabhara, Brimbob, dan Lalu lintas," ujarnya.

    Untung menjelaskan, untuk pengamanan malam tahun baru, pihak kepolisian tak akan menutup seluruh ruas jalan M.H Thamrin hingga Monas. "Kalau tahun lalu masyarakat menutupi seluruh ruas jalan, untuk tahun ini, kami ingin ada ruang yang berfungsi untuk jalur evakuasi," ujar Untung.

    Untuk pengamanan malam tahun baru di Kepulauan Seribu, Untung menambahkan, pihak kepolisian akan menyiagakan kapal patroli di Pulau Tidung, Untung Jawa, Pari, dan Pramuka.

    GANGSAR PARIKESIT
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.