Harga BBM Turun, Pedagang Ogah Turunkan Harga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pedagang beras. REUTERS/Kham

    Ilustrasi pedagang beras. REUTERS/Kham

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah kembali menurunkan harga bahan bakar minyak jenis Premium. Mulai Senin, 19 Januari 2015, harga Premium turun dari Rp 7.600 menjadi Rp 6.400. Meski harga Premium turun, para pedagang kelontong ogah menurunkan harga.

    Alasannya, "Harga dari produsen belum tentu turun juga," kata Robby, 58 tahun, pedagang kelontong di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 16 Januari 2015. (Baca: Harga BBM, Menteri Sofyan: Jumat ada Kabar Baik.)

    Menurut dia, penurunan harga BBM belum tentu akan mempengaruhi harga komoditas dari produsen. Saat ini, Robby mengatakan, harga gula GMP di tokonya Rp 11-12 ribu per kilogram.

    Harga gula itu mengalami kenaikan setelah harga BBM bersubsidi naik pada November 2014. Begitu pula harga telur yang kini dia banderol Rp 23.500 per kilogram. "Sebelumnya Rp 22 ribu," katanya.

    Akibat kenaikan harga BBM sebelumnya, sejumlah harga kebutuhan pokok dan ongkos angkutan umum naik. Pengelola angkutan umum, seperti Kopaja dan Metro Mini, menaikkan tarif dengan mengikuti peraturan gubernur. Tarif Kopaja dan Metro Mini naik dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Baca juga:
    TKW Sihatul Alfiyah dan Kisah Memerah 300 Sapi
    Koma 16 Bulan, TKW Sihatul Alfiyah Meninggal
    Harga BBM Indonesia Termurah di ASEAN
    Keluarga Terpidana Mati Dibolehkan Berkunjung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.