BBM Turun, Harga Sayuran di Jakarta Ikut Turun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana jual-beli pedagang sayuran di pasar Senen, Jakarta, Selasa (4/2). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Suasana jual-beli pedagang sayuran di pasar Senen, Jakarta, Selasa (4/2). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumat lalu, Presiden Joko Widodo mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak. Premium yang mulanya dijual Rp 7.600 per liter menjadi dihargai Rp 6.600 per liter, sedangkan harga solar turun dari Rp 7.250 menjadi Rp 6.400 per liter. Penurunan harga BBM ini berdampak ikut turunnya harga sayuran rata-rata sebesar 30-50 persen. (Baca: Kenapa Harga Baru BBM Berlaku Senin?)

    "Harga cabai, misalnya, sudah turun jauh dari minggu lalu," kata Madi, 44 tahun, salah satu pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, kepada Tempo, Selasa, 20 Januari 2015.

    Dia mengatakan saat ini harga cabai keriting merah sekitar Rp 35.000 per kilogram. Padahal, pekan lalu harganya dua kali lipat lebih tinggi. Ternyata, kata dia, penurunan harga BBM mempengaruhi harga pasar. Selain itu, harga cabai rawit hijau turun menjadi Rp 20.000 dari sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram. (Baca formula penetapan harga Premium di sini.)

    Harga sayur-mayur lain, seperti bawang, wortel, dan kentang, pun turun. Pedagang bawang merah, Ramses, 53 tahun, mengatakan harga bawang merah saat ini sekitar Rp 10.500 per kilogram. Sebelumnya harga bawang merah Rp 10.700. Sedangkan, harga bawang putih ada pada kisaran Rp 12.000-14.000 per kilogram.

    Namun, menurut dia, penurunan harga ini lebih dipengaruhi oleh kondisi cuaca saat ini. Dia mengatakan produksi cabai dan bawang pun memang sedang melimpah. Jadi, banyaknya produk di pasar membuat harga dua komoditas itu miring. "Penurunan harga BBM berdampak pada biaya distribusi, tapi tak besar," katanya. (Baca: Harga BBM Turun, Bahan Pokok Tetap.)

    Mahmud, 36 tahun, pembeli sayuran di pasar tersebut menyatakan senang atas penurunan harga tersebut. Dia biasa membeli sayuran dari Pasar Kramat Jati untuk dijual kembali di wilayah Bekasi. Dia mengatakan hari ini membeli wortel hanya dengan harga Rp 11.000 per kg, kentang Rp 7.000 per kg, dan tomat Rp 4.000 per kg. Tapi, dia tak langsung memborong komoditas tersebut walau harganya murah.

    "Harga sayuran itu dipengaruhi oleh banyak faktor. Jadi, walaupun harganya turun, pembeli tak akan gegabah," kata Mahmud.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA

    Baca berita lainnya:
    Mahasiswi Berutang Rp 1 Miliar Dikenal Tertutup
    Dua Indikasi Presiden Jokowi Dipengaruhi Megawati

    Bob Sadino, Celana Pendek, dan Ajaran Agama

    Bocah Ini Memprotes Tuhan di Depan Paus Fransiskus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.