Banjir, Wali Kota Jakut: Keburu Hujan dan Apes  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi mengaku kesulitan dalam menghadang banjir yang datang pada musim penghujan kali ini. Alasannya, tanggul yang membatasi tiga sungai yang melintasi Jakarta Utara jebol. (Baca: Perkampungan Nelayan di Pluit Direndam Banjir)

    Menurut Rustam, jebolnya tanggul menghambat laju pembuangan air ke laut meski mesin pompa sudah bekerja. Tanggul-tanggul jebol itu terdapat di Kali Sunter, Kali Angke, dan Kali Ciliwung. "Kami ingin tanggul itu segera selesai," kata Rustam Effendi, Sabtu, 24 Januari 2015. "Tapi penyelesaiannya tak sepenuhnya di tangan pemerintah kota. Jadi, kami tak bisa memberi tenggat waktu kapan sudah akan selesai."

    Rustam mencontohkan tanggul jebol yang membatasi Kali Sunter yang mengakibatkan banjir di kawasan Sunter dan Jalan Yos Sudarso, pada Jumat pagi, 23 Januari 2015. Tanggul di kali ini awalnya sengaja dijebol untuk memasukkan alat berat yang digunakan untuk mengeruk kali.

    Kenyataannya, tanggul belum juga diperbaiki sedangkan hujan deras sudah terlanjur turun. "Saya sudah lapor Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Tata Air untuk memperbaiki ini," katanya Rustam.

    Kendala tak jauh berbeda juga ditemui di Kali Angke dan Ciliwung. Sepanjang 200 meter tanggul di Kali Angke sampai saat ini belum selesai dikerjakan. Begitu juga tanggul di Kali Ciliwung yang melintasi kawasan Gunung Sahari. "Proyek di Gunung Sahari adalah milik pemerintah pusat," kata Rustam. (Baca: Musim Hujan, BPBD Jakarta Update TMA Tiap 30 Menit)

    Akibatnya, selama tanggul-tanggul itu diperbaiki, kata Rustam, pemerintah kota hanya mengandalkan mesin-mesin pompa untuk mengurangi genangan dan banjir. Pemerintah Jakarta Utara menyiagakan 48 mesin pompa. Delapan di antaranya adalah mesin pompa portabel yang baru dipakai jika mesin pompa yang sudah ada kelebihan beban kerja.

    Apesnya, ditambahkan Rustam, dua mesin pompa tak bisa bekerja maksimal lantaran sudah berusia tua. Rustam berharap mesin-mesin tua itu bisa diperbaiki atau diganti, Namun seperti halnya penyelesaian pengerjaan tanggul, ia hanya bisa berharap. "Mudah-mudahan secepatnya ada mesin baru." (Baca juga: Ahok, Banjir Vs HAM, dan Hamburger)

    ARIE FIRDAUS

    Topik terhangat:
    Budi Gunawan | Bambang Widjojanto | Tabrakan Pondok Indah | AirAsia 

    Berita terpopuler lainnya:
    Setelah Bambang KPK, Giliran Adnan Pandu Diincar
    Sopir Tabrakan Maut Pondok Indah Diomeli Majikan
    Orang Goblok pun Tahu, Ini Serangan Balik Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.