Trik Pembeli Baju Bekas di Senen Hindari Bakteri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon pembeli memilih dagangan yang dijual oleh para pedagang Blok III Pasar Senen di badan jalan di sekitar Pasar Senen, Jakarta, Senin (28/4). Jokowi berjanji pembangunan pasar baru di lokasi kebakaran akan dilakukan oleh PD Pasar Jaya. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah calon pembeli memilih dagangan yang dijual oleh para pedagang Blok III Pasar Senen di badan jalan di sekitar Pasar Senen, Jakarta, Senin (28/4). Jokowi berjanji pembangunan pasar baru di lokasi kebakaran akan dilakukan oleh PD Pasar Jaya. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pengunjung memadati kios-kios baju bekas di lantai 2, Pasar Senen, Jakarta Pusat. Mereka sibuk memilah barang, mulai dari jaket, kemeja, kaos, tas, hingga sepatu bekas yang banyak dijajakan di sana. Mereka mengaku tak takut dengan banyaknya bakteri yang terkandung dalam barang-barang bekas tersebut.

    "Setelah dibeli kan langsung direndam dan dicuci semalaman, agar bakteri hilang, " kata Sundari, 53 tahun, kepada Tempo, Minggu, 8 Februari 2015.

    Dia mengatakan sudah tiga tahun terakhir rutin berbelanja pakaian bekas di sini. Dia sudah tahu letak kios yang banyak menjual baju-baju yang sesuai dengan seleranya. Menurut dia, sejak pertama kali dia membeli baju di sana, tak pernah ada penyakit kulit yang diderita dia dan keluarga. "Aman-aman saja, suami saya malah sekarang jadi suka ikutan juga," kata dia.

    Dia mengaku memilih baju bekas karena kualitasnya yang tak kalah dengan baju baru. Dia pernah membeli baju baru yang ternyata juga ditemukan di pasar ini dengan harga 10 kali lipat lebih murah.

    Sundari biasanya membeli kemeja dengan kisaran harga Rp 10.000-25.000. Untuk suaminya yang berukuran XL, kemeja dibrandol lebih mahal, sekitar Rp 35.000-40.000. Tapi, dia tak keberatan karena harganya tetap saja jauh berbeda dengan harga di mall.

    Dia dan suaminya, Heru, 55 tahun, mengetahui peringatan pemerintah mengenai bahaya bakteri baju bekas untuk kesehatan. Namun, Sundari mengelak karena dia punya trik tersendiri untuk membunuh bakteri itu.

    Dia menjelaskan, biasanya setelah membeli baju bekas, dia akan merendamnya dengan deterjen dan cairan pemutih. Setelah itu, dia akan kembali merendamnya dengan air mendidih. Tak jarang, dia memasukkan cuka untuk mematikan bakteri. Esok harinya, dia mencuci baju-baju tersebut, lalu mengeringkannya di mesin cuci.

    Dia mengatakan, dalam sekali kunjungan, dia bisa menghabiskan Rp 300 ribu. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 30 baju bekas, yang terdiri dari kaos, kemeja, dan jaket. Dia juga mengatakan akan terus datang ke tempat ini untuk berbelanja baju. "Lumayan bisa menekan budget pengeluaran," kata dia.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.