Apa Beda Banjir Jakarta 2007, 2013, 2014, dan 2015  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga bertahan di lantai dua rumahnya yang terendam banjir, di kawasan Petamburan II, Jakarta, 10 Februari 2015. Banjir merendam, hampir sebagian wilayah Jakarta. TEMPO/Subekti

    Warga bertahan di lantai dua rumahnya yang terendam banjir, di kawasan Petamburan II, Jakarta, 10 Februari 2015. Banjir merendam, hampir sebagian wilayah Jakarta. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melakukan blusukan ke sejumlah wilayah di Jakarta Utara, sebelum pergi ke kantornya di Balai Kota. Ia meninjau pengerjaan tanggul di sepanjang Kali Sunter. Lokasi pertama yang dilihat adalah tanggul di dekat kompleks Kodim Jakarta Utara. Hanya sekitar 10 menit, ia langsung pergi ke lokasi berikutnya di daerah Kodamar.  Banjir ini adalah tantangan buat Ahok dalam menjalankan janjinya mengentaskan permasalahan banjir di Ibu Kota.

    Apa beda banjir pada 2007, 2013, 2014, dan 2015?

    Banjir 2007
    Luas genangan: 454,8 km2 di Jakarta di 89 kelurahan
    Debit air:
    Katulampa 250 cm (Siaga I)
    Manggarai 1.090 cm (Siaga I)

    Curah hujan:
    Jakarta 340 mm per hari
    Bogor 100 mm per hari

    Kerugian
    Materi: Rp 5,2 triliun (dampak tidak langsung Rp 3,6 triliun)
    Korban: 80 tewas

    Pengungsi: 320 ribu orang


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.