Jokowi Pindah ke Bogor, Warga Ada yang Tak Tahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istana Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Subekti

    Istana Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO , Bogor - Rencana kepindahan Presiden RI Jokowi Dodo yang akan berkantor dan melakukan aktivitas kenegaraanya lebih sering di Kota Bogor, mendapat berbagai reaksi dari masyarakat Bogor. Mulai dari tanggapan positif hingga tanggapan negatif.

    Tanggapan positif tersebut diungkapkan Bima Maulana, 36 tahun, salah seorang warga asal Tajur, Bogor Timur, Kota Bogor, jika Kota Bogor sudah tidak aneh dan asing lagi kedatangan dan kunjungan Presiden RI ke Istana Bogor. "Jika Presiden RI datang dan melakukan aktivitas kenegaraan di Istana Bogor sudah tidak asing, karena presiden-presiden sebelumnya pun sering datang ke Istana Bogor," kata dia.

    Menurutnya dengan kedatangan kepala negara ke Istana Bogor, berdampak positif karena beberapa ruas jalan di sekitar Pajajaran yang bisanya berlobang dan rawan kecelakaan akan diperbaiki oleh pemerintah daerah, "Banyak lobang di tambal karena menjadi perlintasan iring-iringan presiden," kata dia.

    Bahkan, selumlah ruas jalan di Kota Bogor pun bebas dari sampah karena Pemkot Bogor memprioritaskan kebersihan di beberapa titik terutama di seputar Kebun Raya Bogor, "Sepanjang jalan di sekutar Kebun Raya Bogor jadi bebas sampah, dan arus lalu lintas lebih tertib, karena banyak polisi yang menjaga," kata dia.

    Sementara itu, menurut Herman, 42 tahun, warga kampung Cireme Ujung, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, dengan seringnya Presiden Jokowi, ke Bogor memang membuat arus lalu lintas di seputar Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor lebih lancar, akan tetapi kemacetan lebih parah terjadi di sudut Kota Bogor, "Di beberap ruas jalan di Kota Bogor mengalami kemacetan yang lebih parah, diantaranya di Jalan Raya Tajur, karena adanya peningkatan aktivitas iring-iringan VVIP yang mengawal Presiden dan para mentrinya," kata dia.

    Dia juga mengatakan, dengan adanya rencana berkantornya Jokowi di Bogor, mengakibatkan Wali Kota Bogor akan memundurkan pagar Istana Bogor yang menjadi Bangunan Cagar Budaya untuk kepentingan pejalan kaki dengan harapan agar tidak macet, "Kota Bogor itu memang sudah macet karena semakin bertambahnya aktivitas perekonomian dan populasi penduduknya, jangan ditambah lagi kemacetan yang lebih parah lagi dengan kedatangan Presiden RI," kata dia.

    Sementara itu, Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor, Achin Prasetio mengatakan, tidak ada pemberlakuan penutupan arus lalu lintas di Kota Bogor terkait rencana presiden RI datang ke Bogor, "Sebenarnya sih situasional saja, tidak ada pengalihan atau penutupan arus lalu lintas di Kota Bogor," kata dia.

    Akan tetapi, ungkap dia, memang Pemerintah Kota Bogor berencana akan memberlakukan rute baru dengan satu jalur arus kendaraan di sekitar Istana Bogor searah jarum jam, "Kami lagi mengkaji kebijakan satu arah kendaraan di sekitar Istana Bogor serah jarum jam, karena aktifitas warga lebih banyak disebelah kiri, sehingga tidak menyeberang jalan," kata dia.

    Menurut dia, dengan mempersiapkan program lalu lintas searah mengikuti jarum jam di ruas sekeliling Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor. Arus lalu lintas akan diberlakukan dari arah Jalan Jalak Harupat, Jalan Pajajaran, Jalan Otto Iskandar Dinata, dan Jalan Juanda. "Ini kami lakukan karena selama ini dua arah dan kerap macet." Kata dia.

    M SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.