Ahok: Tahun Ini, Jalur Transjakarta Harus Mulus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan penggantian beton pembatas jalur Busway dibuat lebih tinggi di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (19/11). TEMPO/Dasril Roszandi

    Pekerja melakukan penggantian beton pembatas jalur Busway dibuat lebih tinggi di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (19/11). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan pemerintah DKI akan melakukan perbaikan pada seluruh jalur di 12 koridor bus Transjakarta pada tahun ini. "Saya mau jalannya benar-benar mulus," kata Ahok--sapaan Basuki--di Balai Kota, Selasa, 17 Februari 2015.

    Menurut Ahok, proyek perbaikan jalur itu bertujuan mencegah bus cepat rusak. Sebab, kondisi jalan yang rusak sangat mempengaruhi bus. Waktu tempuh perjalanan juga terpengaruh kondisi jalan.

    Kondisi jalur bus khusus (busway) di Jakarta saat ini banyak yang rusak, terutama karena musim hujan. Lapisan aspal di jalur itu sering rusak akibat genangan air dan beban yang melintas di atasnya. Karena itu, Ahok berharap seluruh jalur Transjakarta kelak dilapisi beton. Ia meminta Dinas Bina Marga DKI menggunakan semen berteknologi tinggi yang bisa kering dalam waktu lima jam.

    Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan ruas pertama yang akan digarap pihaknya adalah koridor I rute Blok M-Kota di Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk. Ruas ini dipilih karena minimnya genangan meski diguyur hujan. Ia mengatakan titik selanjutnya yang akan diratakan kebanyakan berada di Jakarta Barat. Namun proyek itu baru bisa digarap setelah musim hujan berakhir. "Kendalanya cuaca," katanya.

    Yusmada mengatakan, tahun ini, satuan kerjanya menganggarkan Rp 40 miliar untuk membeton jalan. Upaya meratakan jalan ini menggunakan lima segmen beton dengan ketebalan per segmen 15-20 sentimeter. 

    LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.