TPA Sampah di Tangerang Disiram 40 Ton Ampas Kopi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga gusuran bantaran Banjir Kanal Barat (BKB), mencari makanan di tumpukan sampah di kawasan Tanah Abang, Jakarta, 21 Januari 2015. TEMPO/Subekti

    Seorang warga gusuran bantaran Banjir Kanal Barat (BKB), mencari makanan di tumpukan sampah di kawasan Tanah Abang, Jakarta, 21 Januari 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Tangerang - Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Tangerang akan menyiram kawasan Tempat Pengolahan Akhir Sampah Rawa Kucing dengan ampas kopi. "Cara ini untuk menghilangkan bau sampah," ujar Sekretaris Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Tangerang Sugihharto Achmad Subagya kepada Tempo, Senin, 2 Maret 2015

    Sugihharto menjelaskan senyawa pada ampas kopi yang terdiri atas kulit, biji, dan ampas serbuk kopi mampu menyerap dan mengikat bau sampah. "Fungsinya sebagai absorban," katanya. Selain sebagai penyerap bau, kata Sugihharto, ampas kopi juga berfungsi sebagai pupuk organik.

    Tahap pertama, sebanyak 40 ton ampas kopi telah digunakan untuk menutup permukaan taman, jalan, dan area lainnya di TPA Rawa Kucing. Penyiraman tahap pertama ini diklaim mampu mengurangi bau anyir sampah. "Bau sampah berkurang dalam radius beberapa kilometer," kata Sugihharto.

    Ke depannya, kata dia, ampas kopi akan digunakan untuk menutupi timbunan sampah di TPA milik Pemerintah Kota Tangerang. Untuk mensuplai kebutuhan ampas kopi tersebut, kata Sugihharto, pihaknya telah menggandeng produsen kopi terbesar di Tangerang.

    Akan tetapi, efektivitas ampas kopi penghilang bau sampah diragukan pengamat sampah perkotaan dari Universitas Gajah Mada, Sodiq Suhardianto. "Di dunia persampahan belum pernah ada konsep ampas kopi untuk meredam bau sampah," katanya kepada Tempo.

    Analoginya, kata Sodiq, menghilangkan bau sampah dengan parfum. Menurut Sodiq, bau dari pembusukan sampah berasal dari bakteri. "Ampas kopi tidak akan dapat menghidupkan bakteri yang sudah mati dan gas metan yang keluar tidak bisa dicegah," ujarnya menjelaskan.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.