Istri Ahok Batal Dipanggil Tim Angket  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berbincang dengan istrinya Veronica Tan (kanan)  sebelum dimulainya acara pelantikan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, 19 November 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berbincang dengan istrinya Veronica Tan (kanan) sebelum dimulainya acara pelantikan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, 19 November 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota tim angket DPRD, Muhammad Syarif, mengatakan pihaknya batal memanggil istri Gubernur DKI Jakarta, Veronica Tan. Menurut dia, keterangan yang didapatnya sudah cukup.

    "Pemanggilan padanya kami pending dulu. Belum sempat kami undang juga," kata dia, Ahad, 15 Maret 2015. Dia mengatakan, keterangan yang didapat dari tiga pejabat DKI yang sempat dipanggil tim angket sudah memberikan informasi yang dibutuhkan.

    Sebelumnya, tiga pejabat DKI yang mengikuti rapat bersama Veronica Tan dipanggil oleh tim angket Jumat lalu. Mereka adalah Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Sylviana Murni, Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Sarwo Handayani, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purba Hutapea. Mereka menyelenggarakan rapat tentang revitalisasi Kota Tua.

    "Mereka sudah memberikan keterangan," kata Syarif. Mereka membenarkan bahwa Veronica memang hadir dalam rapat tersebut. Hal tersebut berbeda dengan keterangan Ahok yang mengatakan bahwa foto yang beredar tersebut tidak benar. "Benang merahnya sudah kami dapatkan."

    Syarif mengatakan kehadiran Veronica ada dugaan nepotisme. Namun, seperti apa dugaan tersebut masih akan didalami. Karenanya, ada wacana untuk membuat tim angket baru yang membahas soal ini. "Kami pikirkan ada angket sendiri," ujarnya.

    Namun, hal tersebut belum dapat dipastikan karena DPRD masih akan berfokus membahas RAPBD 2015 yang sekarang ini sedang kisruh. Rabu pekan lalu, Kementerian Dalam Negeri telah menyerahkan hasil evaluasi RAPBD DKI 2015 yang diterimanya. "Senin kami mulai proses rapat evaluasi," kata Syarif.

    Hal ini pun disepakati oleh pakar hukum tata negara Margarito Kamis. Menurut dia, tim angket tak tepat memanggil istri Ahok. "Pemanggilan pada istrinya tak tepat," ujarnya. Sebab, hal tersebut tak ada kaitannya dengan RAPBD yang sedang dibahas. "Ruang lingkupnya tak mencapai soal pengelolaan CSR. Sekarang fokusnya pada RAPBD."

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.