Sebagian Pemenang Tender UPS Anggota Kadin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan memfoto rilis hasil investigasi ICW, di kantor Indonesia Corruption Watch, Jakarta, 9 Maret 2015. Kisruh dana UPS yang dianggap anggaran siluman ini menyebabkan ketegangan antara Gubernur Jakarta, Ahok, dan DPRD DKI. TEMPO/Imam Sukamto

    Wartawan memfoto rilis hasil investigasi ICW, di kantor Indonesia Corruption Watch, Jakarta, 9 Maret 2015. Kisruh dana UPS yang dianggap anggaran siluman ini menyebabkan ketegangan antara Gubernur Jakarta, Ahok, dan DPRD DKI. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan sebagian perusahaan pemenang tender proyek pengadaan uninterruptable power supply (UPS) merupakan anggota Kadin Jakarta. "Sekitar 50 persen perusahaan pemenang terdaftar di Kadin," kata Sarman Simanjorang ketika dihubungi, Ahad, 15 Maret 2015.

    Meski mengakui sebagian pemenang lelang UPS terdaftar sebagai anggota Kadin, dia mengatakan tidak mengingat satu per satu nama perusahaan tersebut. "Soalnya anggota Kadin sendiri sampai 10 ribu perusahaan, kan," kata Sarman.

    Ia menyampaikan, para pengusaha yang terdaftar sebagai anggota Kadin dipastikan memiliki kualifikasi yang tepat di bidang usaha yang mereka jalani. "Pasti mereka yang terdaftar mempunyai sertifikat kompetensi dari Kadin Jakarta," katanya. 

    Dengan memiliki sertifikat kompetensi, menurut dia, para pengusaha tersebut mempunyai spesifikasi bidang usaha. "Ini jadi syarat untuk punya kartu tanda anggota Kadin," ucap Sarman.

    Ia juga mengakui sebagian perusahaan pemenang tender UPS tidak terdaftar sebagai anggota Kadin, sehingga kemampuan perusahaan tersebut tidak diketahui. "Di sinilah panitia lelang berperan, harus teliti, jangan sampai perusahaan-perusahaan peserta lelang itu tidak punya alamat jelas, tidak punya berkas lengkap," tuturnya.

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.