DKI Beli Lahan Bekas Kantor Kedutaan Inggris Tahun Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kebersihan menyapu di samping portal Kedutaan Besar Inggris jalan Moh Yamin, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas kebersihan menyapu di samping portal Kedutaan Besar Inggris jalan Moh Yamin, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan rencana pembelian lahan bekas kantor Kedutaan Besar Inggris akan terealisasi tahun ini. Dia berujar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan perwakilan Kedutaan Inggris sudah menyepakati proses jual-beli tersebut.

    "Kami sudah mengirim surat. Prosesnya dilakukan tahun ini," ujar Ahok di Balai Kota, Jumat, 17 April 2015.

    Rencana pembelian lahan itu sudah muncul sejak akhir tahun lalu setelah kantor Kedutaan pindah ke Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Ahok menuturkan Pemprov DKI menganggarkan Rp 500 miliar untuk mengambil alih lahan yang berlokasi di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, tersebut.

    Ahok menuturkan lahan tersebut akan diubah menjadi ruang terbuka hijau. Pos polisi yang berada di sekitar lahan tersebut akan dipindah ke arah Jalan Sutan Syahrir, agar ruang terbuka hijau itu menjadi lebih luas. Selain itu, lokasi tersebut akan dijadikan kantor pusat kendali moda transportasi mass rapid transit (MRT).

    Menurut Ahok, dipilihnya lokasi itu untuk pembangunan kantor pusat kendali karena letaknya yang strategis. Lokasi lahan bekas kantor Kedutaan Inggris berdekatan dengan stasiun pemberhentian MRT di Bundaran Hotel Indonesia.

    Kantor pusat tersebut, tutur Ahok, kelak bisa diakses warga. Warga bisa mengetahui sistem yang diterapkan PT MRT Jakarta dalam mengoperasikan moda transportasi massal itu. "Kantor itu bisa menjadi salah satu pusat wisata warga Jakarta juga," kata Ahok.

    LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.