Sabtu, 24 Februari 2018

Tabrakan Kopaja, Delapan Orang Terluka

Oleh :

Tempo.co

Senin, 14 Juli 2003 17:00 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebuah kecelakaan antara bus Kopaja dan sepeda motor terjadi di Jalan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (12/1) sekitar pukul 10.20 WIB. Akibatnya, delapan orang lukaluka dan dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina. Lalu lintas di sekitar lokasi kejadian, yang biasanya sepi pada hari libur, menjadi macet pada kedua sisi jalan karena kerumunan orang menonton. Kecelakaan yang meringsekkan sepeda motor Honda Astrea Grand dengan nomor polisi B 3561 CN dan Kopaja 609 nomor polisi B 7880 FA terjadi karena sopir bus Kopaja yang ugal-ugalan. Sumarji, warga Cipinang yang menumpang bus naas itu, menuturkan kecelakaan bermula dari dua bus Kopaja 609 yang bermaksud ke Blok M kebut-kebutan dan saling salib berebut penumpang. Ketika berada di sekitar turunan jembatan layang Kebayoran Lama, cerita Suamrji, Kopaja B 7880 FA hendak menyalip Kopaja 609 satunya dari sisi kiri. Di luar pengetahuannya, dari samping kiri muncul Metromini 69 dari arah Ciledug yang ngebut. Sopir Kopaja yang kaget berusaha menghindari benturan, membelokkan kendaraannya ke kanan. Tapi muncul sepeda motor, sopir pun membanting setir ke kanan dan bruk menabrak pembatas jalan. Bus terguling dan menabrak sepeda motor. Ketika tabrakan, semua penumpang yang kira-kira ada 25 orang menjerit. Untung posisi saya meskipun berdiri masih sempat berpegangan pada kaca. Sehingga nggak papa, kata Sumarji yang lidahnya sedikit memerah karena membekunya darah. Menurut dia, penumpang ada yang mengalami patah tulang, terbentur belakang kepala, dan lecet di sana-sini. Sopirnya langsung kabur, dia sih nggak apa-apa. Tapi saya nggak tahu keneknya, kata dia. Menurut petugas dari Polsek Kebayoran Baru, Inspektur Satu Polisi B. Gunawan, pengendara sepeda motor dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan Kopaja 609 yang hendak disalip dan bus Metromini 69 tidak ketahuan keberadaannya. (Istiqomatul Hayati TNR)

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.