Minimnya CCTV Jadi Penyebab Bagasi Penumpang Dicuri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Widodo S Jusuf

    ANTARA/Widodo S Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti berharap PT Angkasa Pura menindaklanjuti perihal minimnya pantauan kamera pengintai atau CCTV di sekitar bandara. "CCTV itu wajib, apalagi ini bandara internasional. Bagaimana pun semua titik di bandara harus ter-cover. Nanti Angkasa Pura yang menindaklanjuti," kata Krishna saat menemui wartawan di Markas Polda Metro Jaya, Rabu, 6 Januari 2016.

    Pasalnya, banyak pihak yang dirugikan terkait dengan semakin maraknya kasus pencurian bagasi penumpang di bandara yang dilakukan porter maskapai. Selain meminta penambahan CCTV di berbagai titik di bandara, Krishna menganjurkan pihak maskapai mengganti semua porternya dengan karyawan dari penyedia jasa karyawan (outsourcing) terbaik.

    "Penumpang kan sudah menyerahkan bagasinya ke maskapai saat check in. Selanjutnya jadi tanggung jawab maskapai. Maka ke depannya seharusnya, kalau perlu, ganti semua porternya. Pakai karyawan dari outsourcing yang bagus dan terpercaya," ucap Krishna.

    Beberapa waktu lalu, Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta membongkar sindikat porter Lion Air yang kerap mencuri barang berharga di bagasi penumpang. Pencurian ini terbongkar setelah seorang porter berinisial S terekam CCTV sedang membongkar bagasi penumpang di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta pada awal November lalu.

    Sejauh ini, kepolisian masih terus melakukan pengembangan atas kasus ini untuk menangkap semua yang terlibat. Hingga kini, sudah ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

    "Jelas ada sindikatnya, ada bagian yang mencuri, ada yang menadah, ada yang menjual, bahkan ada yang mengawasi," ujar Krishna.

    INGE KLARA SAFITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?