Serang Ahok dengan SARA, Ahmad Dhani Diminta Belajar Sejarah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra berjabat tangan dengan Ahmad Dhani sata menumuinya di Jakarta, 4 Maret 2016. Yusril dan Ahmad Dhani menyatakan saling mendukung dalam keikutsertaan di Pilkada DKI 2017. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra berjabat tangan dengan Ahmad Dhani sata menumuinya di Jakarta, 4 Maret 2016. Yusril dan Ahmad Dhani menyatakan saling mendukung dalam keikutsertaan di Pilkada DKI 2017. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis Mochamad Fadjroel Rachman angkat suara ihwal pernyataan musikus Dhani Ahmad Prasetyo atau yang akrab disapa Ahmad Dhani, tentang Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menyinggung isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

    “Sangat tidak pantas. Dhani mesti baca tuntas UUD 1945 yang jelas-jelas menyatakan siapa pun warga negara Indonesia tanpa kecuali, sama di depan hukum dan pemerintahan,” ujar Fadjroel melalui pesan pendek pada Selasa, 22 Maret 2016.

    Fadjroel menuturkan, istilah yang dipakai Dhani untuk mengotakkan SARA, mayoritas, dan minoritas, adalah salah besar. “WNI ya WNI, titik,” katanya.

    Dia menyayangkan bila isu SARA masih dipakai sebagai alat politik. Menurut dia, efektivitas isu SARA untuk memenangkan kampanye sangat rendah dan patut diwaspadai karena dapat berujung kekerasan.

    Dia menyarankan agar Dhani lebih banyak belajar. Dia berpendapat, pernyataan Dhani tersebut memang hampir menyerempet pada kebencian, tapi juga ada unsur ketidaktahuan dan kurang belajar. “Dhani suruh belajar sejarah lagi, dari mana asal nenek moyang kita,” ucapnya.

    Pernyataan Dhani muncul saat konferensi pers di kediamannya, di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin, 21 Maret 2016. "Kamu ini kan turunan Majapahit, Mataram. Jadi, Indonesia ini tanah warisan Nusantara, warisan leluhur nenek moyang kita, bukan nenek moyang Ahok kan," kata Dhani. Ahok yang dimaksud adalah panggilan akrab bagi Basuki Purnama.

    Musikus yang telah menyatakan niatnya menjadi calon Gubernur Jakarta di pilkada 2017 ini memang kerap menyerang Ahok. Namun baru kali ini ucapannya langsung bernada rasial. Ahok diketahui keturunan Tionghoa asal Belitung.

    Sebelumnya, melalui akun Twitter-nya, Dhani mengunggah cuitan yang menyinggung SARA. "Apakah QS An-Nisa 144 bisa ditafsirkan berbeda dari teks Quran oleh ulama untuk memuluskan jalan Ahok jadi Gubernur DKI???," tulisnya lewat akun @AHMADDHANIPRAST, Senin, 21 Maret 2016.

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.