Taufik Gerindra: Lebih 'Gape' Yusril ketimbang Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Yusril Ihza Mahendra. TEMPO

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Yusril Ihza Mahendra. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Gerakan Indonesia Raya mengusung tiga nama untuk menjadi bakal calon Gubernur DKI Jakarta dalam pemilihan kepala daerah pada 2017. Salah satu yang dijagokan adalah Yusril Ihza Mahendra. Dua nama lain adalah pengusaha Sandiaga Uno dan Sjafrie Sjamsoeddin.

    Ketua Gerindra Jakarta Muhammad Taufik mengatakan partainya berani mengusung nama Yusril meski pengacara itu kerap berseteru dengan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Taufik mengatakan kualitas kepemimpinan Yusril jauh lebih baik ketimbang Ahok.

    BACA JUGA
    Pembunuhan Feby UGM: Ada 56 Adegan, Pelaku Sempat Berdoa
    Sadis, Gadis Pakistan Ini Dihakimi Massa Usai Bantu Temannya

    "Bagus dong. Masak, mau menafikan kepintaran Yusril. Ya, lu bandinginnya sama Ahok sih, jauhlah. Lebih gape Yusril daripada Ahok," ucap Taufik di Gedung Joang, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad, 8 Mei 2016. Kata gape merujuk pada bahasa Betawi yang berarti hebat atau jago.

    Taufik mengaku lebih mengenal Ahok dibanding pihak lain. Pasalnya, Ahok pernah menjadi kader Gerindra, partai yang membawa Ahok menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta saat mendampingi Joko Widodo pada 2012. "Saya lebih dulu tahu (soal) Ahok daripada Anda. Yang tahu belakangan seharusnya ikut kami," ujar Taufik.

    Hal senada diucapkan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DKI Jakarta Gembong Warsono. Menurut Gembong, ukuran elektabilitas bukan melihat dari sudut pandang calon inkumben. Pasalnya, tutur dia, nama calon inkumben baru muncul sendirian.

    "Jangan terlalu heboh kalau dia hebat sekarang. Coba kalau PDI Perjuangan sudah mengusulkan calonnya, ya dengan sendirinya (elektabilitas naik)," kata Gembong.

    Agar bisa mengusung bakal calon Gubernur atau Wakil Gubernur DKI, Gerindra harus berkoalisi dengan partai lain, mengingat partai besutan Prabowo Subianto itu hanya memiliki 15 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta.

    Taufik telah mengirimkan sinyal kepada PDIP untuk berkoalisi dalam pilkada DKI 2016. "Nanti kita lihat PDIP. Kan, ada tiga nama. Ini kami dorong ke DPP. Nama itu bukan mutlak punya Gerindra, bisa saja punya PDIP. Nanti akan mengerucut menjadi satu nama. Akhir bulan akan kami ajukan kepada DPP."

    LARISSA HUDA

    BERITA LAIN
    Inilah 5 Hal Mengerikan di Balik Tragedi Yuyun dan Feby
    Gadis Cantik Tewas Disambar Kereta, Selfie Maut Tetap Marak



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.