Selasa, 20 Februari 2018

Soal Vertical Drainase, Ahok: Kami Pernah Coba tapi Gagal  

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 17 Februari 2017 16:50 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Soal Vertical Drainase, Ahok: Kami Pernah Coba tapi Gagal  

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Balai Kota DKI Jakarta, 14 Februari 2017. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan pengolahan air ke dalam tanah dengan cara vertical drainase pernah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, menurut Ahok, tidak semua wilayah Jakarta ternyata bisa dijadikan titik untuk menampung air yang berasal dari atas menuju tanah.

    Ahok menuturkan tekstur lapisan tanah di Jakarta tidak semua bisa menyerap air dengan jumlah debit yang besar. Untuk dapat menyerap banyak air, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus mampu mencari titik yang memiliki lapisan tanah reservoir atau waduk air tanah (ground water reservoir).

    "Masih, ada beberapa titik enggak dapat lapisan reservoir, maka (vertical drainase) enggak ada guna. Jadi harus dapatkan sumur resapan harus masuk ke lapisan tanah yang bisa menyerap air," ujar Ahok di Balai Kota, Jumat, 17 Februari 2017.

    Baca: Soal Banjir Jakarta, Ini Solusi Ahok dan Anies

    Untuk dapat berfungsi sebagai akuifer atau lapisan bawah tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air, lapisan tersebut harus berpori atau berongga. Sehingga, air dapat menyimpan dan membiarkan air bergerak dari rongga ke rongga. Keberadaannya di alam sangat tergantung dari ada tidaknya batuan yang dapat menyimpan dan meloloskan air.

    "Kalau kamu masuk ke tempat lempungan makanya enggak bisa (menampung air). Maka, kamu harus bor. Ada peta geologinya. Kalau banyak bahan endapan vulkanik itu cocok," ujar Ahok.

    Dalam pembuatan vertical drainase, Ahok mengatakan pihaknya mesti mengetahui titik-titik dan pada kedalaman tanah yang mengandung endapan vulkanik. Prinsip tersebut diakui Ahok terkandung dalam data geologi.

    "Kami sudah kerjakan di beberapa tempat tapi beberapa tempat itu gagal. Karena kontraktor kami itu sudah kerjain banyak. Seharusnya kita bor dulu, kita harusnya tes di mana ada endapan reservoir," ujar Ahok.

    LARISSA HUDA

    Baca: Antisipasi Banjir, Ahok Akan Tutup Lubang Saluran ke Sungai


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu 2019

    Ketua KPU Arief Budiman memimpin pengundian nomor urut untuk partai politik peserta Pemilu 2019 pada Sabtu 17 Februari 2018, Golkar dapat nomor 4.