Pengacara Rizieq Syihab Bikin Tulisan untuk Kapolri, Ini Isinya

Reporter

Ketua tim advokasi pembela ulama dan aktivis, Eggi Sudjana, berkomentar tentang penetapan status pimpinan FPI, Rizieq Syihab, sebagai tersangka di kediaman Rizieq, Jalan Petamburan, Jakarta Pusat, 29 Mei 2017. TEMPO/Friski Rian

TEMPO.CO, Jakarta - Tim advokasi pembela ulama dan aktivis membuat sebuah tulisan untuk Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian terkait kasus hukum yang melibatkan pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Syihab, dan Firza Husein.

"Permasalahan ini bukan ingin ribut dengan kepolisian. Walaupun sekarang kita dengar sudah dijadikan tersangka. Nah untuk itu, saya sudah jawab, kami bikin tulisan langsung kepada Kapolri," kata pengacara Rizieq sekaligus ketua tim advokasi, Eggi Sidjana, saat ditemui di kediaman Rizieq, Jalan Petamburan, Jakarta Pusat, Senin, 29 Mei 2017.

Azam Khan, anggota tim advokasi, menyebutkan sejumlah poin dari tulisan berjudul Analisis Hukum Kasus Firza Husein dan Habib Rizieq Syihab. Dari segi peristiwa hukum, Azam menilai bahwa kepolisian tidak profesional karena menetapkan Rizieq dan Firza sebagai tersangka. Keputusan polisi, kata dia, menguatkan dugaan upaya kriminalisasi terhadap ulama yang selama ini mengkritisi pemerintah.

Baca: Rizieq Masih di Luar Negeri, Pengacara: Meredam Daya Radikalisasi

Ia menuturkan, ada sejumlah keganjilan dalam proses pengungkapan dan pemeriksaan yang berujung pada penetapan Firza dan Rizieq sebagai tersangka. Sedangkan, menurut dia, pihak yang mesti bertanggung jawab dalam penyebarluasan konten pornografi belum juga ditemukan dan cenderung tak diusut kepolisian.

Dari segi analisis hukum, Azam mengatakan bahwa kepolisi tidak memenuhi proses penyidikan, seperti yang diatur dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana. Azam menyebutkan, unsur kegiatan penyidikan yang tidak dipenuhi ialah gelar perkara.

Analisis lainnya, jika perbuatan membuat dan memiliki atau menyimpan konten pornografi untuk diri sendiri tidak bisa dianggap sebagai perbuatan pidana dan melawan hukum. Ketentuan itu ada dalam Pasal 4 ayat 1 UU Pornografi. Karena itu, Azam menilai ada kondisi yang bertolak belakang dengan kinerja penyidikan saat menyidik kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Baca: Rizieq Jadi Tersangka, Pengacara: Perang Hukum Dimulai

"Polisi dengan sigap memeriksa dan menetapkan Buni Yani sebagai tersangka dengan tuduhan selaku penyebar video penistaan yang dilakukan Ahok," katanya.

Azam dan tim advokasi menyarankan langkah hukum yang tepat untuk dilakukan ialah mengeluarkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) terhadap Rizieq dan Firza. "Bila Bapak Kapolri tidak merespon secara positif untuk men-SP3-kannya, maka kami tembuskan surat ini kepada yang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk menginstruksikan kepada Kapolri agar segera dikeluarkan SP3," ujar dia.

FRISKI RIANA






Dalami Kasus Bom Bunuh Diri Mapolsek Astana Anyar, Polri Periksa 18 Saksi

3 jam lalu

Dalami Kasus Bom Bunuh Diri Mapolsek Astana Anyar, Polri Periksa 18 Saksi

Polri masih terus melakukan pendalaman pada bom bunuh diri Mapolsek Astana Anyar yang terjadi pada Rabu pagi 7 Desember 2022.


Polri Beri Kenaikan Pangkat Aipda Sofyan Korban Tewas Bom Bunuh Diri Astana Anyar

3 jam lalu

Polri Beri Kenaikan Pangkat Aipda Sofyan Korban Tewas Bom Bunuh Diri Astana Anyar

Polri memberikan kenaikan pangkat luar biasa pada Aipda Sofyan Didu, personel yang tewas saat bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar


Dugaan Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung, Polri: Situasi Terkendali

1 hari lalu

Dugaan Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung, Polri: Situasi Terkendali

Polri memastikan bahwa situasi dan kondisi di sekitar tempat bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung saat ini telah terkendali.


Pilot Helikopter Polairud AKP Arif Rahman Saleh Belum Ditemukan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

1 hari lalu

Pilot Helikopter Polairud AKP Arif Rahman Saleh Belum Ditemukan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian jenazah AKP Arif Rahman Saleh yang menjadi korban jatuhnya helikopter Polairud


Eks Anak Buah Kecewa dengan Ferdy Sambo: Jenderal Kok Tega Hancurkan Karier Saya

2 hari lalu

Eks Anak Buah Kecewa dengan Ferdy Sambo: Jenderal Kok Tega Hancurkan Karier Saya

Susanto juga mengungkapkan kekecewan ketika diperintah oleh Ferdy Sambo untuk menangani kematian Brigadir J.


Bareskrim Polri Periksa Ismail Bolong Siang Ini

2 hari lalu

Bareskrim Polri Periksa Ismail Bolong Siang Ini

Ismail Bolong masuk ke gedung Bareskrim Polri lewat basement parkir mobil. Kemudian, ia naik lantai atas ruang penyidik menggunakan lift.


Kompolnas Bakal Surati Kadiv Propam soal Anggota Polri yang Belum Disidang Etik

2 hari lalu

Kompolnas Bakal Surati Kadiv Propam soal Anggota Polri yang Belum Disidang Etik

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menyampaikan bahwa surat tersebut akan menanyakan soal alasan kenapa sidang etik itu belum dilaksanakan.


HUT ke-73 Polda Metro Jaya, Fadil Imran: Terus Melindungi, Mengayomi, dan Melayani

2 hari lalu

HUT ke-73 Polda Metro Jaya, Fadil Imran: Terus Melindungi, Mengayomi, dan Melayani

Polda Metro Jaya hari ini berulang tahun yang ke-73.


Baim Wong Laporkan Kasus Penipuan Rp 140 Juta ke Bareskrim Polri

3 hari lalu

Baim Wong Laporkan Kasus Penipuan Rp 140 Juta ke Bareskrim Polri

Baim Wong mengungkapkan bahwa penipuan tersebut terjadi saat sebuah kegiatan bagi-bagi hadiah atau giveaway mengatasnamakan dirinya.


Kasus Ismail Bolong, ISESS Minta Polri Fokus pada Surat LHP Kadiv Propam

3 hari lalu

Kasus Ismail Bolong, ISESS Minta Polri Fokus pada Surat LHP Kadiv Propam

ISESS meminta Polri fokus pada surat laporan hasil penyelidikan (LHP) yang dikeluarkan oleh Propam dalam mengungkap kasus Ismail Bolong