Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikerjakan 7 Juli

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menghancurkan puluhan rumah yang berada di area Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) di Kampung Cihaliwung Wetan, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat, 18 Mei 2017. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas menghancurkan puluhan rumah yang berada di area Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) di Kampung Cihaliwung Wetan, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat, 18 Mei 2017. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung akan dimulai 7 Juli mendatang. Budi Karya mendengar rencana ini langsung dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno."Menurut Ibu Rini mulai konstruksi tanggal 7 (Juli) ini," kata Budi Karya di ruang rapat Komisi V DPR, Jakarta, Rabu, 5 Juli 2017.

    Budi Karya menuturkan Rini Soemarno segera mengecek lokasi pembangunan sebelum konstruksi dikerjakan. Sementara Kementrian Perhubungan akan melakukan upaya-upaya agar proyek cepat dilaksanakan. Misalnya saja penyelesaian masalah tanah, meski pun pengerjaan konstruksi bisa dilakukan berbarengan dengan pembebasan lahan. "Pembangunan akan dilakukan tanpa harus pembebasan tanah seluruhnya," kata dia.

    Sebelumnya, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mendapatkan komitmen pinjaman dari China Development Bank senilai US$4,5 miliar. Penandatanganan dilakukan antara Direktur Utama PT KCIC Hanggoro Budi Wiryawan dan Direktur Utama China Development Bank, Hu Huaibang

    Cairnya pinjaman tersebut dilakukan usai pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Cina Xi Jinping di Great Hall of People pada 14 Mei 2017.

    Hanggoro mengatakan fasilitas pinjaman itu setara 75 persen dari kebutuhan pembiayaan proyek kereta cepat US$6 miliar. Sisanya, kata Hanggoro, adalah modal dari para pemegang saham dari kedua sisi, baik dari Indonesia maupun Cina.

    DIKO OKTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.