Terduga Maling Dibakar, Pengurus Musala: Seharusnya Diamankan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    TEMPO.CO, Bekasi - Warga menduga Muhammad Aljahra alias Zoya, 30 tahun, pria yang dibakar hidup-hidup di Desa Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi, 1 Agustus 2017, adalah seorang pencuri amplifier di Musala Al-Hidayah, Kampung Cabang Empat, Desa Hurip Jaya.

    Pengurus Musala Al-Hidayah, Zainul Arifin, menduga Zoya sebagai pencurinya. “Ampli yang ditemukan identik dengan milik musala yang hilang," kata Zainul, Ahad, 6 Agustus 2017. Zoya, warga Cikarang Baru, adalah tukang servis peralatan elektronik yang rusak.

    Baca: Pencuri Amplifier di Bekasi Tewas Dibakar Penduduk

    Zainul mengatakan, kalau memang Zoya terbukti sebagai maling amplifier, seharusnya dihukum oleh pengadilan negara, bukan dihakimi oleh massa, apalagi sampai dibakar. "Saya menangis, kok begitu ya? Harusnya diamankan saja," ujar Zainul.

    Menurut Zainul, peristiwa pencurian diketahui setelah dia berniat ingin mengetes mikrofon baru untuk acara haul orang tuanya seusai salat asar pada Selasa, 1 Agustus. "Usai salat saya pulang mengambil mik," kata Zainul.

    Sekitar pukul 15.40 WIB, Zainul kembali lagi ke musala yang berdampingan dengan rumahnya tersebut. Di dalam, Zainul mencopot mik lama, lantas menggantikannya dengan mik yang baru. "Saya tes-tes, kok enggak hidup," ujar Zainul.

    Penasaran, Zainul mengecek ke dalam ruangan amplifier yang terletak di sebelah kiri tempat imam. Zainul terkejut mendapati amplifier tak ada di tempatnya. "Ampli ke mana ini?" ujar Zainul.

    Zainul kemudian bergegas kembali ke rumahnya yang sedang dipenuhi para tetangga yang memasak untuk mempersiapkan haul. "Ampli enggak ada," kata Zaiul kepada warga di rumahnya.

    Keponakannya mengatakan bahwa amplifier ada di atas. "Itu speaker, ini ampli yang enggak ada," ucap Zainul menjawab. Karena tak ada yang tahu, Zainul bergegas keluar rumah dan menanyakan kepada sejumlah anak-anak tentang orang terakhir yang keluar dari musala.

    Salah seorang anak mengatakan orang terakhir yang keluar dari musala adalah pengendara sepeda motor jenis Honda Revo warna merah. "Saya beranggapan ampli sudah hilang, karena yang mengambil bawa sepeda motor," kata Zainul. Zainul yang pasrah pun kembali ke rumah untuk mempersiapkan acara haul.

    Rupanya, kata Zainul, belakangan dia mendengar ada orang yang mengejar terduga pelaku pencuri amplifier. Tidak lama kemudian pelaku tertangkap di Desa Muara Bakri, sekitar satu kilometer dari Musala Al-Hidayah. "Dapat kabar orangnya sudah ketemu," kata Zainul.

    Pelaku yang belakangan diketahui bernama Muhammad Aljahra alias Zoya itu, ujar Zainul, meninggalkan sepeda motornya dan amplifier di pinggir jalan dekat lokasi penangkapan. Setelah Zainul tiba di lokasi, dia diminta memastikan apakah itu amplifier milik musala yang hilang.

    Zainul memastikan itu amplifier milik Musala Al-Ikhlas. Alasannya, di terminal amplifier ada bekas potongan kabel warna biru dan hitam, identik dengan potongan kabel di musala. "Juga ada bekas kotoran burung gereja," kata Zainul.

    Setelah itu, Zainul pulang ke rumahnya. Namun, sekitar pukul 16.00, Zainul mendapat kabar bahwa pelaku dipukuli dan dibakar massa hingga tewas.

    Baca juga: Keluarga Bantah Pria yang Tewas Dibakar Adalah Pencuri Amplifier

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Reros Metro Bekasi Ajun Komisaris Rizal Marito mengatakan pihaknya sudah melakukan penyelidikan terkait dengan aksi massa yang main hakim sendiri tersebut. Sudah delapan orang saksi dimintai keterangan. "Kami masih bekerja di lapangan," ujar Rizal.

    ADI WARSONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Aman Berkendara dan Beraktivitas di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

    Jika harus keluar rumah, masyarakat wajib waspada dan melindungi diri dari Covid-19. Simak tips aman berkendara saat kasus Covid-19 merajalela.