Kawasan Hijau di Jakarta Baru Sembilan Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengungkapkan, sampai kini baru ada sembilan persen lahan yang dijadikan kawasan hijau di seluruh Jakarta. Seharusnya, kata Sutiyoso, jumlah kawasan hijau di Jakarta mencapai 13 persen dari luas total ibukota negara itu. Hal itu diungkapkan Sutiyoso saat meresmikan Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan, Rabu (15/1). Menurut Sutiyoso, siang hari Jakarta dipadati oleh sekitar 11 juta orang. Padahal, penduduk yang tinggal menetap di Jakarta hanya ada 9 juta. Sisa penduduk itu, kata Sutiyoso, datang dari Bogor dan Tangerang serta wilayah yang berbatasan dengan Jakarta. Mereka datang ke Jakarta untuk bekerja. "Mereka ini yang menebar polusi di Jakarta, bikin jalan macet. Celakanya, pajak mereka masuk ke kas Jawa Barat," katanya. Kurangnya kawasan hijau di Jakarta, kata Sutiyoso, membuat Jakarta menjadi kota yang tingkat polusinya tinggi. "Nggak usah meniru-niru London atau Budapest lah. Asal ada tumbuhan yang menyerap polusi saja," katanya. Itu pula yang membuatnya bersikukuh membuat pagar yang di sekeliling Monumen Nasional. "Supaya tanamannya tumbuh dan menyerap polusi," katanya. "Di London, dan di mana-mana biasa, kok, taman-taman kota dikasih pagar." Pasar Taman Puring sendiri, kata Sutiyoso, termasuk salah satu kawasan hijau di Jakarta Selatan. Tapi, dia memberi izin pasar itu dibangun kembali setelah terbakar pada Juni 2002. "Saya beri izin mereka berdagang. Yang penting mereka bisa makan," katanya. Namun, lanjut bekas Pangdam Jaya ini, itu pun hanya dua tahun. (Bagja Hidayat-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Mengurus Pasien Covid-19 di Rumah

    Pasien positif Covid-19 yang hanya mempunyai gejala ringan dapat melakukan isolasi di rumah.