Kamis, 17 Agustus 2017

Ahok: Relokasi Warga Waduk Pluit Dua Tahun Lagi

Selasa, 21 Mei 2013 | 05:51 WIB
Sejumlah warga masih bertahan di lokasi gusuran Waduk Pluit, Jakarta, Selasa (23/4). Belum adanya tempat tinggal baru membuat sejumlah warga tetap bertahan di loaksi sekitar waduk. TEMPO/Subekti

Sejumlah warga masih bertahan di lokasi gusuran Waduk Pluit, Jakarta, Selasa (23/4). Belum adanya tempat tinggal baru membuat sejumlah warga tetap bertahan di loaksi sekitar waduk. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO , Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan relokasi warga Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, membutuhkan waktu dua tahun. Alasannya, saat ini pemerintah sedang menyiapkan rusun terlebih dahulu.


Dia mengakui, saat ini jumlah rusun belum mampu menampung warga waduk pluit. “Butuh waktu sembilan bulan untuk menyiapkan rusun,” kata Basuki. Tapi, sembari menunggu rampungnya pembangunan rusun, pemerintah tetap melakukan pengerukan, terutama di sisi timur waduk.

Basuki mengungkapkan, jika rusun di Muara Baru masih kurang menampung, pemerintah akan membangun kembali rusun di Luar Batang yang memiliki luas tanah 6,4 hektar.


]Selain itu, dia menyatakan, akan memindahkan warga yang tinggal di bantaran Waduk Pluit ke rumah susun yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemprov DKI sudah menyiapkan lahan seluas 2,5 hektar di Muara Baru sebagai lokasi pembangunan rusun.

GALVAN YUDISTIRA





Grafis

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Sejak diumumkan pada Oktober tahun lalu, lebih dari 280 ribu orang mendaftar menjadi warga negara luar angkasa Asgardia. Proyek mimpi yang sarat kontroversi. Meski masih berupa konsep, Asgardia kini tengah menghimpun 100 ribu pendukung konstitusinya untuk mendaftarkan status negara itu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.