Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kronologi Cinta Terlarang Berakhir Mutilasi Wanita Hamil

image-gnews
Kusmayadi alias Agus Bin Dulgani ditangkap Tim Gabungan Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kepolisian Resor Tangerang Kabupaten dan Kepolisian Sektor Cikupa di Rumah Makan Padang Sari Bundo,Jalan Masrip, Karang Pilang, Surabaya, 20 April 2016. Istimewa
Kusmayadi alias Agus Bin Dulgani ditangkap Tim Gabungan Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kepolisian Resor Tangerang Kabupaten dan Kepolisian Sektor Cikupa di Rumah Makan Padang Sari Bundo,Jalan Masrip, Karang Pilang, Surabaya, 20 April 2016. Istimewa
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian kemarin menangkap Kusmayadi alias Agus bin Dulgani, 31 tahun, pelaku pembunuhan dan mutilasi wanita hamil, Nuri.

Tim Gabungan Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kepolisian Resor Tangerang Kabupaten dan Kepolisian Sektor Cikupa menangkap Agus di rumah makan Padang, Selera Bundo, Jalan Masrip, Karangtilang, Surabaya, pada Rabu 20 April 2016. "Saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Sub Direktorat Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) Polda Jatim," kata Kepala Tim Gabungan Kepolisian Herry Heryawan dalam pesan tertulisnya kepada Tempo, Kamis, 21 April 2016.

Dalam penyidikan terhadap Agus sejak kemarin, terungkap fakta awal perkenalan Agus dengan Nuri, hingga akhirnya Nuri tewas dibunuh dan dimutilasi. BACA: Sadis, Ini yang Dilakukan Agus Sebelum Memutilasi Kekasihnya

Kusmayadi alias Agus alias Petrus ternyata merupakan kepala Rumah Makan Gumarang. Ia pertama kali bertemu Nuri di restoran itu sekitar Juli 2015 saat wanita itu bekerja sebagai kasir. Tak berapa lama, Nuri kemudian dipindah ke Rumah Makan Gumarang Taruna Cikupa. Walaupun berbeda tempat kerja, keduanya tetap berhubungan melalui telepon dan SMS.

Pada Agustus 2015 keduanya bertemu di KFC Citra Raya Cikupa. Agus mengaku masih bujang, dan Nuri mengaku janda. Keduanya kemudian sepakat untuk mencari tempat tinggal di kontrakan H. Malik, dekat Pasar Cikupa.  BACA: Ini Motivasi Agus Habisi Kekasihnya

Setelah tinggal serumah, keduanya kerap berhubungan badan, hingga akhirnya Nuri mengetahui Agus telah memiliki istri. Keduanya sempat terlibat pertengkaran.

Usai tinggal sebulan bersama Agus, Nuri menyampaikan ia terlambat datang bulan. Saat diperiksa oleh bidan di dekat Pasar Kamis Tangerang, Nuri dinyatakan hamil.

Sekitar 3 April 2016, keributan kembali terjadi. Agus kepada penyidik, Nuri sering marah kepada Agus yang tak kekurangan uang dan sering terlambat pulang. Nuri yang sebelumnya sering meminta kejelasan status atas hubungan mereka akhirnya meminta Agus agar orang tuanya datang melamar dan menemui keluarga Nuri di Malimping, Banten.

Pada Kamis 7 April 2016, Agus sempat bercerita kepada salah satu rekannya, Valen, bahwa dia sedang memiliki masalah. Dan bertanya, apakah membunuh orang berdosa besar atau tidak. Pada hari berikutnya, Jumat, 8 April 2016 ia bertanya kepada temannya yang lain, Erik, apakah pernah membunuh orang, kemudian Erik mengatakan tidak pernah, karena takut. Pada Sabtu, ia kembali bertanya kepada Erik tentang hal yang sama.

Pada pukul 8 pagi, Ahad 10 April 2016, Agus membeli nasi bungkus untuk dimakan berdua dengan Nur di kontrakan. Namun keduanya sempat ribut karena Nuri menanyakan kapan pulang kampung untuk menemui orang tua Nuri di Banten. Agus pun menjawab sabar, agar tidak usah buru-buru pulang.

Namun pada pukul 10.00 keduanya kembali ribut dan Nuri didorong Agus hingga terjatuh disertai dengan kata-kata kasar. Ia membanting dan memiting Nuri dengan sangat kuat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Nuri sempat berteriak dua kali meminta tolong, tetapi tersangka semakin kuat memitingnya. Sekitar 30 menit kemudian, Agus melepaskan dan mengetahui Nuri sudah meninggal dunia. Usai membunuh, Agus kembali ke Rumah Makan Gumarang dan meminta bantuan Erik. Tapi Erik baru bisa membantu pada malam harinya.

Pukul 19.30 terbersit pemikiran tersangka untuk menghilangkan jejak. Agus kemudian mengambil golok yang ada di bawah TV. Ia memotong lengan pada bahu kanan dan kiri. Ia kemudian membeli plastik besar dan memasukkan potongan tangan tersebut ke dalam plastik dan disimpan di kos.

Pukul 20.00, dengan bantuan Erik, Agus meminjam motor tetangganya, Mahdi. Agus kemudian mengambil dan menyerahkan potongan tangan yang sudah dibungkus kepada Erik. Erik sempat bertanya, "Ini apa? Kenapa berat sekali?"

Agus menjawab,"Itu salah satunya." Kemudian potongan tangan tersebut oleh Erik dibuang di tempat pembuangan sampah Bugel, Tiga Raksa. Tersangka kemudian tidur di mess Rumah Makan Gumarang.

Pada Senin, 11 April 2016, pukul 07.00 tersangka kembali ke kontrakan dan membersihkan darah serta jejak kaki. Pukul 16.00, Agus memotong kaki pada pangkal paha sebelah kanan dan kaki kiri. Ia kemudian membuang potongan kaki tersebut di sungai Surya Toto, sekitar 500 meter dari Pasar Tiga Raksa, Cikupa, Tangerang, dan Agus kabur meninggalkan potongan mayat Nuri yang hanya menyisakan kepala dan badan.

Pada Rabu, 13 April 2016, masyarakat sekitar yang mencium adanya bau busuk di kamar kontrakan dan setelah diperiksa mereka menemukan sosok mayat Nuri. Masyarakat kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada Kepolisian Sektor Cikupa, Tangerang.

Rabu, 20 April 2016, setelah berbagai penyelidikan dilakukan dan menetapkan Agus sebagai daftar pencarian orang oleh Polda Metro Jaya, Agus ditangkap oleh Tim Gabungan Polda Metro Jaya, Polres Tangerang, dan Polsek Cikupa di Rumah Makan Selera Bundo, Surabaya. Menurut Herry Heryawan, Agus sebelumnya yang menjalani pemeriksaan intensif di Polda Jawa Timur selanjutnya akan dibawa ke Jakarta.


DESTRIANITA KUSUMASTUTI


Detik Detik Penangkapan Terduga Pelaku Mutilasi... oleh tempovideochannel

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Komite HAM PBB Soroti Isu Pembunuhan di Luar Hukum di Papua

28 hari lalu

Mahasiswa papua memegang poster bergambar penyiksaan oleh oknum TNI terhadap warga Papua mengikuti Aksi Kamisan 811 di seberang Istana Negara, Jakarta, Kamis 28 Maret 2024. Dalam aksinya mahasiswa Papua mengecam penyiksaan yang dilakukan TNI kepada warga Papua yang belakangan menajdi sorotan publik karena videonya tersebar di media sosial. Mereka menuntut pelaku dipecat dan dihukum sesuai perbuatannya. TEMPO/Subekti.
Komite HAM PBB Soroti Isu Pembunuhan di Luar Hukum di Papua

Komite HAM PBB membacakan temuan pelanggaran HAM di Indonesia, salah satunya isu extrajudicial killing terhadap orang Papua.


Parlemen Gambia Atur Hukuman untuk Pelaku Mutilasi Alat Kelamin Perempuan

38 hari lalu

ilustrasi Sunat
Parlemen Gambia Atur Hukuman untuk Pelaku Mutilasi Alat Kelamin Perempuan

Anggota parlemen Gambia berencana melakukan sebuah pemungutan suara untuk sebuah proposal yang akan melarang mutilasi alat kelamin perempuan


Dua Pelaku Pembunuhan Disertai Mutilasi Mahasiswa UMY Divonis Mati

57 hari lalu

Isak tangis mewarnai kepulangan jenazah mahasiswa UMY Redho Tri Agustian yang menjadi korban pembunuhan dengan cara dimutilasi di Sleman. Peti jenazah Redho tiba dj rumah duka di Depan Masjid Jamik Al-Ihsan di Jalan Yos Sudarso, Ketapang Kecamatan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang, Sabtu Siang, 5 Agustus 2023 sekitar pukul 12.30 WIB. (foto servio maranda/Tempo)
Dua Pelaku Pembunuhan Disertai Mutilasi Mahasiswa UMY Divonis Mati

Dua pelaku pembunuhan disertai mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian, Waliyin dan Ridduan, divonis mati oleh PN Sleman


Hakim Vonis Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi Angela Penjara Seumur Hidup

18 September 2023

M. Ecky Listiantho saat rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap Angela Hindriati Wahyuningsih di Polda Metro Jaya, Rabu, 1 Maret 2023. Tempo/M. Faiz Zaki
Hakim Vonis Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi Angela Penjara Seumur Hidup

Hakim menilai pelaku terbukti membunuh dan melakukan mutilasi terhadap Angela, tapi membebaskannya dari dakwaan pembunuhan berencana.


Bank Indonesia Imbau Waspada Uang Mutilasi, Ini Cara Cepat Cek Keaslian Uang

12 September 2023

Ilustrasi Uang Palsu. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Bank Indonesia Imbau Waspada Uang Mutilasi, Ini Cara Cepat Cek Keaslian Uang

Menurut Bank Indonesia, uang mutilasi adalh uang yang disobek lalu disambungkan dengan uang palsu. Nomor seri jadinya berbeda.


BI Imbau Masyarakat Waspadai Peredaran Uang Mutilasi

8 September 2023

Ilustrasi Uang Palsu. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
BI Imbau Masyarakat Waspadai Peredaran Uang Mutilasi

BI mengimbau masyarakat untuk lebih mewaspadai peredaran uang mutilasi, yaitu uang asli yang disobek lalu ditempelkan dengan uang palsu.


Arab Saudi Eksekusi Mati Warga AS, Dihukum karena Bunuh dan Mutilasi Ayah Kandung

17 Agustus 2023

Ilustrasi eksekusi mati
Arab Saudi Eksekusi Mati Warga AS, Dihukum karena Bunuh dan Mutilasi Ayah Kandung

Arab Saudi pada Rabu mengeksekusi seorang warga negara Amerika Serikat yang dihukum karena menyiksa dan membunuh ayah kandungnya sendiri.


Rekonstruksi Mutilasi Mahasiswa UMY Ungkap Kejadian Kekerasan Tak Wajar yang Dilakukan Pelaku

8 Agustus 2023

Isak tangis mewarnai kepulangan jenazah mahasiswa UMY Redho Tri Agustian yang menjadi korban pembunuhan dengan cara dimutilasi di Sleman. Peti jenazah Redho tiba dj rumah duka di Depan Masjid Jamik Al-Ihsan di Jalan Yos Sudarso, Ketapang Kecamatan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang, Sabtu Siang, 5 Agustus 2023 sekitar pukul 12.30 WIB. (foto servio maranda/Tempo)
Rekonstruksi Mutilasi Mahasiswa UMY Ungkap Kejadian Kekerasan Tak Wajar yang Dilakukan Pelaku

Polda DIY menggelar rekonstruksi kasus mutilasi mahasiswa UMY, Redho Tri Agustian, hari ini.


Dituduh Membunuh dan Mutilasi, Putra Aktor Spanyol Ditahan di Thailand

8 Agustus 2023

Daniel Sancho Bronchal, putra aktor Spanyol Rodolfo Sancho Aguirre dikawal saat membantu polisi Thailand dalam penyelidikan setelah ditangkap atas tuduhan pembunuhan atas kematian dan pemotongan anggota rekan seperjalanannya dari Kolombia Edwin Arrieta Arteaga di pulau wisata Koh Phangan, Thailand 7 Agustus 2023. REUTERS/Stringer
Dituduh Membunuh dan Mutilasi, Putra Aktor Spanyol Ditahan di Thailand

Putra seorang aktor Spanyol terkenal telah ditahan di Thailand pada Senin dan didakwa membunuh dan memutilasi seorang ahli bedah asal Kolombia.


Polres Jombang Gali Keterangan Saksi soal Temuan Korban Mutilasi di Sungai Japanan

8 Agustus 2023

Ilustrasi mutilasi
Polres Jombang Gali Keterangan Saksi soal Temuan Korban Mutilasi di Sungai Japanan

Polres Jombang, Jawa Timur, memperdalam keterangan empat orang saksi terkait dengan temuan korban mutilasi