Sandiaga Ikut Saturday Morning Run di Kota Bogor Hari Ini  

Sabtu, 20 Mei 2017 | 05:52 WIB
Sandiaga Ikut Saturday Morning Run di Kota Bogor Hari Ini  
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga Uno bersama Juru Bicara Tim Sukses Sandiaga saat berlari 5km di acara Jakarta Berlari, 25 Desember 2016. TEMPO/Chitra

TEMPO.CO, Bogor – Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Salahuddin Uno, dijadwalkan mengikuti Saturday Morning Run di Kota Bogor pagi ini. Kegiatan itu digelar oleh komunitas lari Kota Hujan, yang juga melibatkan Wali Kota Bima Arya Sugiarto. “Start dari Balai Kota Bogor mengelilingi Kebun Raya Bogor,” kata Bima Arya Sugiarto, Jumat malam, 19 Mei 2017.

Bima menyebutkan, kehadiran Sandiaga Uno ke Kota Bogor atas keinginan sendiri. “Saturday Morning Run adalah kegiatan rutin komunitas lari Bogor Runner setiap Sabtu, saya sering ikut,” kata Bima.

Saturday Morning Run akan dimulai dan diakhiri dari Balai Kota Bogor, lalu mengelilingi jalur pedestrian Kebun Raya Bogor dengan jarak tempuh lebih dari 5 kilometer. Kegiatan ini diikuti sekitar 40 pelari.

Menurut Bima, selain untuk mempromosikan Bogor sebagai “city of runner” yang dicanangkan pada Februari 2017, kedatangan Sandiaga dimanfaatkan untuk membuka komunikasi terkait dengan kerja sama antara Kota Bogor dan Jakarta. “Setelah lari, akan ada pembicaraan khusus kerja sama Kota Bogor dengan DKI Jakarta mengenai masalah transportasi, lingkungan hidup, dan perekonomian,” kata Bima.

Bima berharap Sandiaga nantinya mengetahui persoalan Kota Bogor yang berdampak bagi Jakarta. Dengan pertemuan ini, diharapkan juga ditemukan solusi bersama untuk memecahkan masalah tersebut.

Ebsanroy, dari Komunitas Bogor Runner, menambahkan, beberapa waktu lalu Sandiaga mengutarakan keinginannya berolahraga lari di Kota Bogor. “Di Jakarta, Pak Sandi juga sering lari bersama komunitas, dia mau nyobain lintasan di Bogor, jadi pas dengan jadwal lari kita (Bogor Runner),” katanya.

ANTARA




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan