DKI Kembangkan Area Pejalan Kaki Tersambung dengan MRT  

Senin, 17 Juli 2017 | 16:15 WIB
DKI Kembangkan Area Pejalan Kaki Tersambung dengan MRT  
Cuplikan video Koalisi Pejalan Kaki yang diancam tukang ojek saat pakai trotoar untuk parkir motor di Kebon Sirih Jakarta. youtube.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan akan mengembangkan area pejalan kaki atau trotoar yang langsung tersambung dengan transportasi massal.

"Pasar Mayestik, Barito, dan kawasan Blok M di Jakarta Selatan, nanti tersambung dengan Transjakarta dan mass rapid transit (MRT) di Terminal Blok M dan Sisingamangaraja," kata Yusmada di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 17 Juli 2017.

Baca: Bangun Trotoar di 47 Lokasi, Pemprov DKI Siapkan Rp 400 M

Selain di Jakarta Selatan, kata Yusmada, trotoar akan mengarah ke fasilitas umum di wilayah-wilayah lain. “Di Jakarta Utara kita meneruskan pengembangan Kota Tua, mengarah ke Lodan dan Pasar Ikan," ujar Yusmanda.

Sedangkan di Jakarta Timur, trotoar menyambung ke Stasiun Jatinegara, Pasar Jatinegara, dan Kampung Melayu. Di Jakarta Barat, perbaikan dilakukan di sekitar Jalan Kiai Tapa, dari Universitas Trisakti sampai Terminal Grogol. Sedangkan di Jakarta Pusat, area pejalan kaki dimulai di Stasiun Gambir, Stasiun Juanda, dan kawasan Lapangan Banteng.

Baca juga: Cerita Trotoar Terminal Rawamangun yang Bersih dan Rapi

Menurut Yusmada, pengembangan area pejalan kaki ini akan selesai pada akhir 2017. "Kami baru mulai, jadi target akhir tahun," ujarnya.

LIDWINA TANUHARDJO | ALI ANWAR



 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan