Cerita Trotoar Terminal Rawamangun yang Bersih dan Rapi

Sabtu, 25 Maret 2017 | 08:30 WIB
Cerita Trotoar Terminal Rawamangun yang Bersih dan Rapi
Trotoar di depan Terminal Rawamangun, Jalan Perserikatan ramai di media sosial karena diperbaiki dan ramah terhadap pejalan kaki dan penyandang disabilitas pada Jumat, 24 Maret 2017. Tempo Avit Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Timur merombak wajah trotoar di sepanjang jalan depan Terminal Rawamangun menjadi kawasan ramah pejalan kaki. Hal ini yang membuat netizen ramai memuji perbaikan jalur untuk pejalan kaki sejak sepekan terakhir.

"Dulu trotoarnya sempit, sekarang diperlebar untuk pejalan kaki," kata Ngadiman, 38 tahun, seorang petugas Terminal Rawamangun saat ditemui pada Jumat, 24 Maret 2017. Dia mengatakan jalur pedestrian di tempat itu direnovasi sejak tiga bulan lalu.

Di sepanjang trotoar itu dilengkapi sejumlah fasilitas publik. Mulai dari penunjuk jalan bagi penyandang disabilitas hingga bangku panjang. Bangku itu terbuat dari alumunium bercat hitam dan silver. Bangku itu dilengkapi sandaran yang menghadap jalan.

Perbaikan trotoar tidak hanya di Jalan Perserikatan, di Jalan Paus juga diperbaiki. Bahkan di tempat itu dipasang pot berisi tanaman berbagai jenis. Sedangkan di Jalan Pemuda, Rawamangun telah terlebih dulu diperbaiki. Biasanya di tempat itu dijadilan peristirahatan pejalan kaki dan pengendara roda dua.

Solihin, 30 tahun, seorang pengendara sepeda motor mengaku kerap berteduh di perempatan Jalan Pemuda arah ke Jalan Paus. Kata dia di tempat itu menjadi lebih rindang dan dilengkapi kursi. "Nunggu sambil nyari penumpang," kata pria pengemudi ojek online tersebut.

Dalam sepekan terakhir, trotoar di Rawamangun menjadi pembicaraan di dunia maya. Mereka memuji pemerintah yang telah memperbaiki trotoar. Kebanyakan netizen berharap agar perbaikan terus dilakukan di semua jalan Jakarta.

AVIT HIDAYAT

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan