Jumat, 22 September 2017

Keluarga Pelaku Pembunuhan Pasutri Benhil Minta Maaf

Kamis, 14 September 2017 | 01:19 WIB
Kondisi rumah Husni Zarkasih dan Zakiya Husni di jalan Pengairan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, 12 September 2017. Suami istri tersebut ditemukan tewas di Sungai Klawing, Purbalingga Jawa Tengah, 11 September 2017 kemarin. TEMPO/ADAM PRIREZA

Kondisi rumah Husni Zarkasih dan Zakiya Husni di jalan Pengairan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, 12 September 2017. Suami istri tersebut ditemukan tewas di Sungai Klawing, Purbalingga Jawa Tengah, 11 September 2017 kemarin. TEMPO/ADAM PRIREZA.

TEMPO.CO, Purbalingga - Tersangka pembunuhan suami-istri di Bendungan Hilir, Jakarta, AZ, dikenal warga di kampung halamannya sebagai orang yang baik dan suka membantu tetangga. Hal ini disampaikan oleh Sukman Ibrahim, Kepala Padukuhan Dagan Legok, Purbalingga, yang diberikan wewenang pihak keluarga untuk memberikan keterangan kepada wartawan.

Baca juga: Terduga Pembunuh Pasutri Benhil Tewas Ditembak Polisi

"Catatan pelaku di lingkungan masyarakat tidak ada yang buruk, makanya keluarga kaget mendapat informasi dia melakukan pembunuhan kepada bekas majikannya," katanya ketika ditemui Tempo di rumah saudara AZ, Rabu, 13 September 2017.

Pihak keluarga, kata Sukman, mendapat informasi AZ tewas ditembak polisi karena melarikan diri saat penangkapan dari pemberitaan media pada pukul 13.00 WIB. Minggu malam, 10 September 2017, dia mengaku tidak mendengar kabar kepulangan AZ di rumah yang berjarak 3 km dari Jembatan Penisihan, lokasi penemuan mayat Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur.

Dari informasi yang diperoleh dari keluarga, meski tidak merinci, ujar Sukman, AZ sempat mempunyai masalah keluarga. Masalah tersebut datang bertepatan dengan pemecatan dia.


Keluarga AZ di lingkungan masyarakat dikenal sebagai keluarga perantau. AZ, 35 tahun merantau ke Jakarta setelah lulus SD. Kemudian ibunya turut merantau ke Jakarta pada 2000, termasuk adiknya. Adapun ayahnya sudah meninggal dunia. "Satu-satunya yang tidak merantau adalah kakaknya yang pertama yang menghuni rumah ini," katanya.

Santoso, 42 tahun, kakak ipar AZ mengatakan hari lebaran tahun ini, AZ pulang ke rumah kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah istri keduanya di Semarang. Mereka memiliki dua anak laki-laki. Selama merantau AZ jarang bertukar kabar dengan keluarga di kampung halaman. "Pulang kadang setahun sekali dan sering membawakan oleh-oleh buat keluarganya," katanya.

Meski belum pernah bertemu, Husni Zarkasih di mata keluarga AZ dikenal sebagai pribadi yang baik. Hal tersebut karena AZ mendapatkan pinjaman rumah milik Husni di kawasan Ciledug. 

"Kami pihak keluarga juga minta maaf kepada keluarga korban atas peristiwa ini dan atas kebaikan selama ini," ujarnya.

Rumah kakak AZ dan rumah orangtuanya yang bersebelahan berada di Padukuhan Dagan Legok, Kelurahan Dagan, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga. Kedua rumah terlihat lengang. Sesekali tetangga datang bergantian menanyakan kondisi keluarga dan jenazah AZ, yang diduga terlibat pembunuhan suami-istri  di Benhil.
BETHRIQ KINDY ARRAZY


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.