Cabut Pembatasan Motor, Sandiaga: Tetap Tak Boleh Lewat Trotoar

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor melintas di antara kendaraan roda empat di Jalan MH Thamrin, Jakarta, 7 November 2017. Pembangunan trotoar kawasan Sudirman-Thamrin untuk menyambut ajang Asian Games 2018. TEMPO/Amston Probel

    Pengendara sepeda motor melintas di antara kendaraan roda empat di Jalan MH Thamrin, Jakarta, 7 November 2017. Pembangunan trotoar kawasan Sudirman-Thamrin untuk menyambut ajang Asian Games 2018. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan sepeda motor tetap tidak diperbolehkan melintasi trotoar dalam perombakan rancangan pembangunan trotoar di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin. Meski akan mencabut pembatasan motor di jalan protokol, sepeda motor tetap tak boleh mengganggu hak pejalan kaki.   

    "Bukan seperti itu. Trotoar untuk pedestrian, pejalan kaki. Untuk memuliakan pejalan kaki," ujar Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Rabu, 8 November 2017.

    Berbeda dengan konsep trotoar era Gubernur Djarot, rancangan trotoar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengakomodasi akses sepeda motor di jalan protokol tersebut. 

    Menurut Sandiaga, penghapusan pembatasan motor sebagai salah satu upaya untuk mengembalikan rasa berkeadilan, namun tetap mengutamakan ketertiban dan kaidah yang berlaku. Selain itu, ia juga ingin pembenahan trotoar untuk memastikan kelancaran Asian Games 2018.

    "Perintah Pak Anies kami harus kembalikan aksesibilitas walaupun sebuah balutan yang betul-betul tertib. Nah, ini yang lagi dikaji kita tidak perlu over spekulasi," ujar Sandiaga.

    Sandiaga mengatakan masih menunggu desain pembangunan trotoar yang berada di bawah Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Adapun perancang trotoar tengah mencoba menyiapkan rancangan terbaru yang lebih berkeadilan bagi seluruh pengguna jalan. "Tapi tentu saja keselamatan perlu dipastikan," ujar Sandiaga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.