Warga Bukit Duri Tagih Janji Anies Baswedan Bahas Kampung Susun

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui Direktur Ciliwung Merdeka Sandyawan Sumardi di Balai Kota Jakarta, Senin, 13 November 20117. TEMPO/Lariss

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui Direktur Ciliwung Merdeka Sandyawan Sumardi di Balai Kota Jakarta, Senin, 13 November 20117. TEMPO/Lariss

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Ciliwung Merdeka Sandyawan Sumardi kembali mendatangi Balai Kota Jakarta untuk menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sandyawan meminta kepada Anies untuk memenuhi janjinya menemui perwakilan warga Bukit Duri guna membahas penataan kampung Bukit Duri, Jakarta Selatan, yang pernah ditertibkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    "Kami ke sini mau meminta kepada gubernur untuk dibuatkan jadwal pertemuan antara wakil warga Bukit Duri yang menggugat dengan gubernur dan stafnya," ujar Sandyawan di Balai Kota Jakarta, Senin, 13 November 2017.

    Pertemuan itu, kata Sandyawan, untuk membicarakan perwujudan kampung susun manusiawi Bukit Duri berbasis koperasi yang dijanjikan Anies. 

    Baca: Anies Baswedan Akan Tertibkan Bangunan Liar di Bantaran Kali

    Akhir Oktober lalu, Sandyawan beserta 50 orang warga Bukit Duri mendatangi Balai Kota pascaputusan pengadilan yang mengabulkan gugatan class action warga Bukit Duri kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta soal penggusuran. Mereka berterima kasih karena Anies yang memutuskan tidak akan mengajukan banding dan memilih untuk mengikuti keputusan majelis hakim tersebut.

    Sandyawan mengatakan siap untuk berdialog dengan Anies. Ia sendiri juga sudah menyiapkan rancangan pembangunan kampung susun sebagai solusi bagi warga Bukit Duri yang terkena dampak penggusuran. Sandyawan mengusung kampung susun manusiawi Bukit Duri berbasiskan koperasi komunitas warga berdaya.

    Saat itu, Anies menjanjikan akan menjadwalkan pertemuan dengan warga Bukit Duri. Namun hingga saat ini pertemuan itu belum dijadwalkan.

    Anies meminta Direktur Ciliwung Merdeka Sandyawan Sumardi dan kuasa hukumnya, Vera Soemarwi, untuk mengumpulkan daftar permasalahan yang tengah terjadi di sana. Sehingga, kata Anies, hasil diskusi nantinya akan menghasilkan solusi.

    Baca: Warga Kecewa ke Anies-Sandi Terkait Penggusuran di Kanal Banjir

    "Ternyata yang lebih didahulukan yang tokoh kampung-kampung di bawah Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK), didahulukan itu mereka. Mereka hampir setiap hari mengadakan pertemuan, kami malah belum. Karena kami kan gugatan sudah," ujar Sandyawan.

    Vera Soemarwi, yang ikut datang ke Balai Kota bersama Sandyawan, meminta Anies segera menjadwalkan pertemuan dengan warga Bukit Duri dalam waktu dekat. "Mohon jangan lewat perantara, Pak," ujar Vera.

    Mendengar permintaan itu, Anies Baswedan mengatakan memang penjadwalan pertemuan harus lewat perantara, yaitu anak buahnya. Pasalnya, kata dia, seluruh jadwalnya diatur oleh ajudannya. "Harus pakai perantara, Bu. Enggak mungkin saya kerjakan semua sendirian. Enggak mungkin saya atur jalan sendiri," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.