Pidato di DPRD, Anies Cerita Dapat Gendongan dari Korban Gusuran

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno usai menyampaikan pidato raperda tentang RAPBD Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2018 dan menyampaikan visi dan misi masa jabatan 2017-2022 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu,  15 November 2017. TEMPO/Larissa

    Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno usai menyampaikan pidato raperda tentang RAPBD Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2018 dan menyampaikan visi dan misi masa jabatan 2017-2022 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 15 November 2017. TEMPO/Larissa

    Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan visi dan misi gubernur periode 2017-2022 dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Pada bagian akhir, Anies meminta waktu untuk menceritakan kenangannya saat masa kampanye.

    "Saya ingin menutup pidato ini dengan berbagi kenangan di masa kampanye lalu. Pada tanggal 9 Januari 2017 lalu, saya berkunjung ke Bukit Duri," ujar Anies dengan suara bergetar di ruang rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu 14 November 2017.

    Baca juga: Disindir Ananda Sukarlan, Anies Baswedan: Saya Kenal Baik Mereka

    Suasana ruangan rapat paripurna pun hening seketika.

    Anies bercerita, pada saat kampanye seorang warga Bukit Duri bernama Sadiah memberikan sehelai jarik atau kain gendongan kepada Anies. Saat itu, Anies berdiri di antara puing-puing bangunan yang ditertibkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Rumah wanita paruh baya itu ikut rata dengan tanah. Pada saat Anies datang, Sadiah tengah menggendong anaknya.

    Lalu, Sadiah melepas kain selendang penggendongnya. Sadiah mengalungkan selendang batik tersebut kepada Anies. Lalu Sadiah menitip pesan kepada calon gubernur waktu itu.

    “Pak Anies, selendang ini yang saya pakai untuk menggendong anak saya. Nanti saat Bapak menjabat, Bapak gendong anak-anak Jakarta. Kami titipkan anak-anak kami, Pak," ujar Anies menirukan ucapan Sadiah.

    Anies mengaku selendang tersebut merupakan titipan terberat yang pernah ia terima selama ini. Menurut Anies, selendang tersebut merupakan pengingat amanah bagi dirinya.

    Setelah menceritakan pengalamannya, Anies meminta kepada anggota DPRD DKI Jakarta untuk ikut merasakan penderitaan Sadiah.

    "Amanah besar itu adalah amanah kepada kita semua pemimpin dan pengelola kota ini. Saudara-Saudara semua, mari kita gendong anak-anak Jakarta seperti kita menggendong anak sendiri," kata Anies Baswedan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.