Liburan Akhir Pekan di Ragunan, Gorila dan Jerapah Jadi Primadona

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung berlibur di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta, Sabtu, 2 Desember 2017. Mereka memanfaatkan libur panjang akhir untuk berwisata ke taman margasatwa tersebut. Tempo/Imam Hamdi

    Pengunjung berlibur di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta, Sabtu, 2 Desember 2017. Mereka memanfaatkan libur panjang akhir untuk berwisata ke taman margasatwa tersebut. Tempo/Imam Hamdi

    Jakarta - Kebun Binatang Ragunan menjadi salah satu obyek wisata alternatif warga Jakarta dan sekitarnya untuk memanfaatkan libur panjang akhir pekan. Dengan tiket hanya Rp 4 ribu untuk dewasa dan anak-anak Rp 3 ribu, pengunjung bisa melihat 2138 spesimen satwa di Ragunan.

    "Ada ratusan jenis hewan. Dan kandang yang paling banyak dikunjungi adalah kandang gorila dan jerapah," kata juru bicara Kebun Binatang Ragunan Wahyudi, Sabtu 2 Desember 2017.

    "Di Indonesia gorila hanya ada di Ragunan."

    Ia menuturkan Jerapah merupakan hewan yang paling baru ada di Ragunan. Jerapah dikirim dari Australia dua tahun lalu.

    "Pas dikirim masih kecil dan sekarang sudah besar bagi pengunjung yang mau melihatnya."

    Ia menuturkan lonjakan pengunjung pada libur panjang akhir pekan bisa mencapai 10 kali lipat dibandingkan di hari biasanya. Pada hari biasa, pengunjung hanya sekitar 1.000 sampai 5 ribu pengunjung per hari.

    "Kalau long week end bisa mencapai 20-50 ribu orang per hari."

    Saat libur panjang akhir pekan ini, pengelola menyiapkan 70 personel keamanan internal dan dibantu puluhan anggota polisi dan TNI untuk berjaga. Menurut dia, jika pengunjung sangat ramai, potensi tindak kejahatan juga bisa meningkat.

    "Seperti copet yang menyamar jadi pengunjung. Kami himbau agar pengunjung hati-hati dengan copet," ujarnya. "Di pintu masuk kami juga mengantisipasi dengan metal detektor dan cermin pengawas."

    Selain itu, setiap pengunjung yang datang juga selalu diingatkan empat hal yang menjadi imbauan untuk berlibur di Ragunan. Pertama selalu jaga kebersihan, lalu tidak boleh memberikan makan dan minum kepada hewan.

    "Tidak boleh juga lewat pembatas kandang," ujarnya.

    Ketiga, pengunjung harus memberikan kunci pengaman pada kendaraan, serta selalu waspada terhadap kondisi cuaca. Terakhir, pengunjung yang membawa anak harus menjaga agar tidak terlepas dari jangkauan orang tua. "Saat pengunjung padat kadang ada anak hilang dari orang tuanya," ujarnya.

    Pada libur akhir pekan, Ragunan tidak menyediakan agenda khusus. Bahkan, di Ragunan sudah tidak ada lagi pertunjukan hewan karena telah dilarang.

    "Sebagai kebun binatang modern, Ragunan sudah tidak menggelar pertunjukan hewan," ucapnya.

    Lebih lanjut ia meminta pengunjung tidak berbuat usil kepada hewan yang ada di Ragunan, dan memperhatikan karakternya. Sebabnya, banyak pengunjung yang mencoba mengganggu hewan agar mereka bergerak dengan cara dilempar benda dan mendobrak-dobrak kandang.

    Padahal, sebagian hewan yang ada di Ragunan adalah hewan nokturnal atau yang aktif di malam hari.

    "Ketahui juga jenis hewan ini. Berkunjung bisa sekaligus mempelajari karakter hewan," ujarnya.

    Selain itu, menurutnya, kesadaran masyarakat juga semakin meningkat dengan makin sedikitnya sampah yang dibuang sembarangan di Ragunan.

    "Sebab, kami juga tidak bosan mengingatkan. Dan yang paling penting jangan ganggu hewan. Sebab, bisa kami tangkap bagi yang mengganggu mereka," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.