Libur Panjang Akhir Pekan Pengunjung Ragunan Tembus 82 Ribu Orang

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jerapah Dirgah dan Ayuri 70 di Kebun Binatang Ragunan, Kamis, 17 Agustus 2017. Tempo/Hanggi Tyo

    Jerapah Dirgah dan Ayuri 70 di Kebun Binatang Ragunan, Kamis, 17 Agustus 2017. Tempo/Hanggi Tyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengunjung Kebun Binatang Ragunan di Jakarta Selatan pada akhir pekan panjang lalu, 1-3 Desember 2017, mencapai 82.208 orang.

    Puncak kunjungan terjadi pada Minggu kemarin dengan total pengunjung 41.005. Kebun Binatang Ragunan buka Selasa-Ahad sejak pukul 07.00 WIB sampai 16.00. Harga tiket masuk murah, yakni bagi orang dewasa hanya Rp 4 ribu dan anak-anak Rp 3 ribu. 

    Juru bicara Kebun Binatang Ragunan Wahyudi mengatakan, pada hari pertama liburan pengunjung masih sedikit, hanya 16.571 orang. Padahal, biasanya di hari libur panjang akhir pekan jumlah pengunjung selalu tembus di atas 20 ribu orang.

    "Karena cuaca yang kurang bersahabat jadi banyak orang yang tidak ingin keluar rumah," kata Wahyudi hari ini, Senin, 4 Desember 2017.

    Begitu cuaca berubah terlihat cerah, dia meneruskan, pengunjung meningkat di hari berikutnya, yakni 24.632 orang.

    Ia menuturkan, pada hari biasa pengunjung hanya 1.000 sampai 5 ribu orang. Sedangkan di akhir pekan di luar long week end paling banyak 40 ribu orang per hari. "Kalau long week end bisa tembus 50 ribu orang per hari biasanya."

    Sejak 2016, Kebun Binatang Ragunan sudah melayani pembelian tiket masuk dengan uang elektronik bernama Jakcard. Bagi pengunjung yang belum mempunyai kartu tersebut bisa membeli di Ragunan seharga Rp 30 ribu dengan isi saldo Rp 20 ribu atau yang seharga Rp 60 ribu dengan isi saldo Rp 50 ribu. "Bisa digunakan selamanya untuk masuk Ragunan, Monas, dan lainnya. Bahkan bisa untuk naik Bus Transjakarta," tutur Wahyudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.