Bertemu Gubernur BI, Anies Baswedan Bahas OK Otrip dan DP Rp 0

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi keterangan usai pertemuan bersama sejumlah tokoh agama di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, 23 November 2017. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi keterangan usai pertemuan bersama sejumlah tokoh agama di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, 23 November 2017. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membahas program OK Otrip saat bertemu dengan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo di gedung BI, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Januari 2018. Selain OK Otrip, Anies membahas masalah pajak dan retribusi.   

    "Kami membahas mengenai pengintegrasian transportasi di Jakarta sebagaimana di situ kami membutuhkan dukungan Bank Indonesia agar program OK Otrip bisa tersambungkan dengan sistem perbankan," kata Anies.

    Anies menjelaskan, program OK Otrip akan mulai diuji coba pada 15 Januari 2018. Gubernur Bank Indonesia, kata dia, akan mendukung program tersebut dengan menginstruksikan jajarannya melakukan review agar OK Otrip berjalan baik.

    Dalam pembahasan selanjutnya, Anies menginginkan agar pengumpulan pajak dan retribusi memanfaatkan gerbang pembayaran nasional. "Harapannya dengan adanya platform ini, Pemprov DKI dan para wajib pajak bisa mengelola pembayaran pajak dengan lebih baik, transparan, serta tepat waktu," ucapnya.

    Selain kedua hal itu, Anies menuturkan ada kelanjutan pembahasan mengenai program pembelian rumah dengan uang muka (DP) nol rupiah. Menurut Anies, Gubernur BI mendukung penuh program tersebut dengan memberikan skema pembayaran yang bisa digunakan.

    Gubernur Bank Indonesia, ucap Anies Baswedan, juga mengajak pemerintah DKI membentuk tim bersama menyusun detail pengelolaan skema pembayaran tersebut. "Harapannya program kami, DP nol bisa lebih terlaksana, lebih efisien, tepat, dan sesuai dengan aturan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.