Rumput Boleh Diinjak, Pagar Kawat Taman Monas Dicabut

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung beraktivitas di Monas, Jakarta, 1 Januari 2018. Warga Jakarta memilih untuk menghabiskan libur tahun baru 2018 dengan mengunjungi sejumlah objek wisata seperti Monas. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Pengunjung beraktivitas di Monas, Jakarta, 1 Januari 2018. Warga Jakarta memilih untuk menghabiskan libur tahun baru 2018 dengan mengunjungi sejumlah objek wisata seperti Monas. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Pagar-pagar kawat yang melindungi beberapa wilayah taman di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Kamis sore, 11 Januari 2017, sudah tidak ada lagi.

    Beberapa larangan duduk dan menginjak rumput pun telah dicabut. Tempo melihat tersisa satu papan larangan yang masih tertempel di pohon.

    BacaUbah Pergub Djarot, Begini Isi Pergub Monas Anies Baswedan

    Wilayah Monas kemarin sore ramai pengunjung. Ada yang sedang lari sore sendiri, duduk di taman berdua, hingga keluarga yang sedang duduk-duduk di taman dan beberapa anak yang berlarian di atas rumput.

    "Minggu kemaren pas lagi duduk-duduk di sini, diusir sama petugas," kata Jurlia Permatasari, pengunjung Monas, kepada Tempo pada Kamis, 11 Januari 2018.

    Keluarga yang sedang duduk-duduk di taman menceritakan bahwa mereka sering berlibur bersama di Monas. Mereka pun senang mendengar kabar pencabutan larangan menginjak rumput di taman Monas.

    Pada Rabu pekan lalu, 3 Januari 2018, Sandiaga Uno mengatakan, ide pencabutan larangan menginjak rumput muncul dari Gubernur DKI Anies Baswedan. Pemaksimalan fungsi taman perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat, salah satunya soal kebersihan. Ia menyebutnya dengan kebiasaan Tahan, Simpan, dan Pungut (TSP) sampah yang akan membuat kebersihan Monas akan tetap terjaga.

    Kepala Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Munjirin, menjelaskan bahwa pencabutan larangan menginjak rumput Monas berlaku sejak Rabu, 10 Januari 2018. Sejauh ini, sudah sekitar 40-50 persen yang dicabut. Munjirin pun menyampaikan bahwa pencabutan tersebut dilakukan atas arahan dari Sandiaga Uno.

    FADIYAH | JOBPIE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.