Sidang Bos Bakmi, Jaksa Periksa Istri Pembunuh dan Teman Spesial

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Jonny Setiawan (memakai tutup kepala) memboncengkan Bos Bakmi Verlis yang juga korban pembunuhan, Vera Yusika Sumarna, yang diperankan oleh polwan menuju kontrakan Jonny di Cipondoh. FOTO: TEMPO/Ayu Cipta

    Tersangka Jonny Setiawan (memakai tutup kepala) memboncengkan Bos Bakmi Verlis yang juga korban pembunuhan, Vera Yusika Sumarna, yang diperankan oleh polwan menuju kontrakan Jonny di Cipondoh. FOTO: TEMPO/Ayu Cipta

    TEMPO.CO, Jakarta -Sidang perkara pembunuhan bos Bakmi Verlis di Pengadilan Negeri Tangerang hari ini, Rabu, 28 Februari 2018 memasuki agenda pemeriksaan saksi-saksi.

    Persidangan yang mendudukan Jonny Setiawan, 38  tahun sebagai terdakwa pembunuh pacar gelapnya, bos bakmi Verlis, Vera Yusika Sumarno (42)  itu mengagendakan pemeriksaan saksi Mulyanah alias Tan Sin Cu (33) yang tak lain istri Jonny dan teman dekatnya, Fendi Suhanda (44).

    Jaksa penuntut umum Agus Kurniawan menyatakan sudah memanggil keduanya. "Sudah kami panggil melalui surat, hari  ini adalah saksi korban penganiayaan, karena perkara disatukan dengan perkara pembunuhan," kata Agus, di Tangerang, Rabu 28 Februari 2018.

    Baca : Penyebab Majelis Hakim Batalkan Sidang Pembunuhan Bos Bakmi

    Mulyanah dalam wawancara ekslusif dengan Tempo beberapa waktu lalu mengatakan sudah bercerai dengan Jonny  melalui sidang penetapan Pengadilan Negeri Tangerang, karena keduanya waktu menikah beragama Kristen. Dengan Jonny, Yana panggilan wanita keturunan Cina Benteng ini memiliki dua anak yang masih kecil.

    Selain Yana, saksi lain yang dipanggil adalah Fendi. Dia merupakan teman dekat Yana. Keduanya ketika terjadi penganiayaan yang dilakukan Jonny masih dalam taraf pendekatan menuju pacaran.

    Penganiayaan itu terjadi di rumah orangtua Yana di Neglasari pada Sabtu malam 16 September 2017,  sekitar pukul 22.00. Kejadian itu berlangsung setelah Jonny membunuh Vera di Cipondoh.

    Jonny dengan mengendarai sepeda motor milik korban menuju rumah mertuanya itu. Tujuannya adalah menengok dua anaknya yang tinggal bersama Yana. Namun sesampainya di rumah mertuanya itu dia mendapati Yana dan Fendi berdua dalam kamar. Jonny kalap dan  menusuk perut Fendi dengan tusukan es.

    Fendi  sendiri  menderita  luka  tusuk  benda  runcing  asahan pisau  pada atas  telinga,  perut  akibat tusukan  benda  yang  sama  dan sabetan  golok  pada  perut dan tangan karena menahan golok saat Jonny mengejarnya di gang sebelah rumah. Golok itu juga melukai paha kaki Yana hingga dijahit tujuh jahitan.

    Terhadap tindak pidana pembunuhan terhadap bos bakmi itu Jonny diancam pasal 338 dan 339 KUH pidana dan pasal 351 penganiayaan terhadap Yana dan Fendi. Ancaman hukumannya bisa 20 tahun penjara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.