Tak Ikhlas Divonis 1,5 Tahun, Jonru Ginting Akan Ajukan Banding

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Jonru Ginting saat mendengarkan keterangan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, 25 Januari 2018. Ia menjadi tersangka dugaan kasus ujaran kebencian melalui media sosial. TEMPO/Wildan Aulia Rahman.

    Ekspresi Jonru Ginting saat mendengarkan keterangan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, 25 Januari 2018. Ia menjadi tersangka dugaan kasus ujaran kebencian melalui media sosial. TEMPO/Wildan Aulia Rahman.

    TEMPO.CO, Jakarta - Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting akan mengajukan permohonan banding atas vonis 1,5 tahun yang dijatuhkan pengadilan atas ujaran kebencian yang dilakukannya. Seusai sidang, kemarin, Jonru sempat bilang tak akan ikhlas menerima vonis yang menyatakan dirinya bersalah melakukan ujaran kebencian tersebut.

    "Kami memang sedang persiapan mau banding," ujar kuasa hukum Jonru, Djudju Purwanto, saat dihubungi Tempo, Selasa, 6 Maret 2018.

    Djudju mengatakan, dalam banding nanti, tim kuasa hukum Jonru Ginting akan tetap berpegang pada pleidoi. Hal ini, kata dia, dengan dasar apa yang dilakukan Jonru tidak memiliki unsur pidana. "Kami berketetapan pada pembelaan," katanya.

    Baca: Dihukum 1,5 Tahun, Jonru Ginting: Saya Tidak Akan Ikhlas 

    Djudju berujar belum tahu tanggal pasti akan mengajukan banding ke pengadilan. Yang pasti, kata dia, ketentuan pengajuan banding berlaku 14 hari setelah pemberitahuan dari pengadilan. "Mungkin minggu depanlah (akan banding)," ucapnya.

    Jonru Ginting dinyatakan bersalah atas kasus ujaran kebencian oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur dalam sidang pembacaan vonis pada Jumat pekan lalu. Jonru dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta.

    Majelis hakim menetapkan Jonru Ginting terbukti bersalah dengan melakukan beberapa perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian. Hakim ketua dalam sidang, Antonius Simbolon, menyebut hal yang dilakukan Jonru dapat menyebabkan permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagai perbuatan berlanjut.

    Baca: Masuki Ruang Sidang Vonis, Jonru Ginting Tiba-tiba Teriak

    Jonru Ginting didakwa pasal berlapis tentang ujaran kebencian di media sosial. Dakwaan pertama dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 juncto 45a ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 yang diperbarui menjadi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

    Jonru Ginting juga didakwa dengan Pasal 4 huruf b angka 1 juncto Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Diskriminasi Ras dan Etnis juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Sedangkan yang ketiga, Pasal 156 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.