Rabu, 14 November 2018

Trotoar Sudirman-Thamrin, Jalur Pejalan Kaki Dijanjikan 8 Meter

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desain penataan jalan dan trotoar di kawasan Sudirman-Thamrin oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang dipresentasikan di Balai Agung, Balai Kota, Jakarta, 6 Maret 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Desain penataan jalan dan trotoar di kawasan Sudirman-Thamrin oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang dipresentasikan di Balai Agung, Balai Kota, Jakarta, 6 Maret 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan desain penataan jalan dan trotoar di kawasan Sudirman-Thamrin menjelang penyelenggaraan Asian Games XVIII pada Agustus nanti.

    Presiden Direktur PT Arkonin, arsitek yang ditunjuk pemerintah DKI, Achmad Noerzaman mengatakan lebar trotoar di kawasan Sudirman-Thamrin akan mencapai kisaran 12-15 meter setelah dilakukan penataan. Lebar tersebut akan terbagi menjadi jalur fasilitas atau amenities dan pejalan kaki.

    Achmad menuturkan, di amenities ini akan ada halte, kios, toilet, bangku, dan juga ruang hijau yang membatasi jalan dan trotoar. Adapun lebar jalur ini yakni berkisar 3-3,5 meter. Menurut dia, fasilitas itu sengaja dibangun di atas lahan amenities agar tidak mengurangi ruang bagi pejalan kaki.

    Baca : Anies Baswedan Larang PKL di Trotoar Sudirman-Thamrin, Kios Boleh

    "Khusus pejalan kaki itu sekitar (minimal) delapan sampai sembilan meter," kata Achmad di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 6 Maret 2018.

    Jalur pejalan kaki selebar 8-9 meter ini, kata Achmad, juga mencakup akomodasi jalur bagi pesepeda yang dibuat selebar 2 meter. Selain itu, kata Achmad, jalur ini juga akan ditanami pohon-pohon kurang lebih setiap 12 meter.

    "Tapi itu nge-blend. Jadi kalau tidak ada sepeda pejalan kaki ya bisa lewat di situ," tutur Achmad.

    Selain melakukan penataan trotoar di kawasan Sudirman-Thamrin, Pemprov DKI juga membongkar jalur hijau yang sebelumnya menjadi separator jalur cepat dan lambat. Nantinya, separator jtu akan diganti dengan boks tanaman yang mudah dipindahkan.

    Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan, dengan pemindahan separator ini nantinya lajur jalan paling kiri yang diperuntukkan sepeda motor dan bus umum atau bus wisata akan menjadi selebar 5-6 meter.
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara sosialisasi desain penataan jalan dan trotoar kawasan Sudirman-Thamrin, di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 6 Maret 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    "Lajur tepi untuk motor dan bus tadi sekitar 5 atau enam meter," kata Yusmada.

    Dalam desain yang baru, jalan Sudirman-Thamrin akan diatur ulang dalam lima lajur, yaitu satu lajur untuk Transjakarta, tiga lajur untuk kendaraan roda empat, dan satu lajur untuk sepeda motor dan bus umum atau bus wisata.

    Adapun trotoar di koridor itu akan dilengkapi dengan fasilitas publik lainnya berupa jalur sepeda, halte bus, spot seni dan budaya, sarana edukasi infrastruktur, spot serbaguna, kios, toilet, bangku, tempat sampah, dan penunjuk arah. Pemprov DKI juga akan membangun walk of fame tokoh olahraga di depan kompleks Gelora Bung Karno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?