Sandiaga Uno Berjanji Kepulauan Seribu Jadi Beranda Depan DKI

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai berenang dari kapal menuju Pulau Bidadari di kawasan Kepulauan Seribu, Senin, 29 Januari 2018. TEMPO/M JULNIS FIRMANSYAH

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai berenang dari kapal menuju Pulau Bidadari di kawasan Kepulauan Seribu, Senin, 29 Januari 2018. TEMPO/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta — Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan  komitmennya  untuk mengurangi dan mengendalikan sampah yang terjadi di Kepulauan Seribu dan Teluk Jakarta.  Sandiaga Uno akan berkantor di Kepulauan Seribu sebulan sekali guna mewujudkan janjinya itu.

    "Saya berkomitmen, menjadikan Kepulauan Seribu jadi beranda depan bukan belakang. Saya berkeinginan menjadikan wilayah utara Jakarta sebagai the next frontier," kata Sandiaga Uno di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta pada Kamis, 8 Maret 2018.

    Baca juga: Ngantor di Kepulauan Seribu, 4 Orang Kawal Sandiaga Uno Berenang

    Pernyataan Sandiaga Uno itu disampaikan pada saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk "Menjawab Tantangan: Teluk Jakarta Bersih, Siapa Berani?". Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno memaparkan peran yang akan diambil Pemerintah DKI dalam penanganan sampah di utara Jakarta dan kepulauan kecil di sekitarnya.

    Sandiaga Uno juga mengatakan tujuan ia berkantor di Kepulauan Seribu tidak hanya untuk menangani sampah tetapi juga hal lain. Sebab, kata dia, selama ini masih ditemukan banyak persoalan di sana seperti kurangnya pendidikan dan lebarnya ketimpangan.

    "Misalnya soal ketimpangan di Kepulauan Seribu, ada pulau yang wah atau bagus, tapi ada juga pulau yang perlu dikasihani padahal punya potensi luar biasa," kata dia.

    Sandi mengatakan bahwa tiap hari DKI Jakarta mampu menghasilkan 7000 ton per hari. Jumlah tersebut menyumbangkan sebanyak 4 persen dari total sampah nasional.

    Sandiaga Uno juga menjelaskan untuk penanganan sampah di wilayah utara Jakarta, Pemerintah DKI akan mengembangkan program public private people partnership (4P) dalam pengelolaan sampah di DKI Jakarta. Program tersebut rencananya akan fokus pada tiga hal yakni edukasi, kolaborasi dan aksi.

    Untuk fokus edukasi, Sandi mengatakan bahwa salah satunya bisa dilakukan lewat edukasi pemilahan sampah yang dilakukan sejak dari lingkup keluarga atau rumah tangga. Sedangkan, untuk kolaborasi pihaknya akan berkolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat, pemerintah daerah sekitar Jakarta dan pemerintah pusat untuk mengurangi jumlah sampah yang tiap hari terus diproduksi.

    Sementara itu, untuk aksi, ia tengah menyusun sejumlah rencana yang mencoba mengerakan pihak-pihak terkait melakukan aksi pembersihan sampah di Kepulauan Seribu.

    "Aksi itu misalnya seperti Festival Danau Sunter kemarin lalu nanti rencananya juga akan ada Festival Pulau Tidung juga," kata Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.