Hadiri Upacara Melasti, Ini Janji Anies Baswedan untuk Umat Hindu di Jakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri upacara Melasti untuk menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka1940 di Pura Segara, Cilincing, Jakarta Utara, Ahad, 11 Maret 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri upacara Melasti untuk menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka1940 di Pura Segara, Cilincing, Jakarta Utara, Ahad, 11 Maret 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan dua janjinya untuk umat Hindu Bali di Jakarta ketika menghadiri Upacara Melasti di Pura Segara, Cilincing. Dua janji ini terkait dengan fasilitas ibadah bagi umat Hindu, mencakup pura dan rumah kremasi, dan penyelenggaraan pendidikan agama Hindu di sekolah-sekolah di Jakarta.

    Anies Baswedan menghadiri upacara Melasti dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 di Pura Segara, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu 11 Maret 2018.  Dalam upacara itu, Anies berkeliling meninjau pura. Dia juga menuju dermaga untuk mengantarkan umat Hindu yang akan berlayar ke tengah laut mengambil air suci.

    "Tadi saya diajak jalan, sudah lihat kerepotan yang dialami umat Hindu di Jakarta, kendalanya dalam menjalankan ritual ibadat ada tantangan sendiri," kata Anies dalam sambutannya di Pura Segara.

    Baca: Anies Baswedan Salah Ucapkan Salam di Upacara Melasti

    Menurut pengamatan Tempo, kondisi pura memang tidak memadai untuk menampung umat yang hadir. Sebagian umat bahkan harus duduk di luar pura.

    Dermaga Pura Segara juga dipenuhi sampah dari limbah rumah tangga dan cangkang kerang hijau. Selain itu, jalan ke dermaga hanya dihubungkan dengan jembatan sempit selebar 0,7-1 meter.

    Anies Baswedan menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen membenahi kondisi tersebut. Dia pun menjanjikan semua pembenahan itu akan rampung sebelum upacara Melasti tahun depan. "Kami berkomitmen untuk membereskan semua kerumitan itu. Insya Allah tahun depan saat menyelenggarakan upacara Melasti, saat itu semuanya sudah terfasilitasi," kata Anies.

    Baca: Anies Fasilitasi Siswa Hindu Belajar di Seluruh Pura di Jakarta

    Anies Baswedan menceritakan kunjungannya ke Pura Dalem Purnajati, Cilincing pada November tahun lalu. Kata Anies, ada dua hal yang dikeluhkan umat Hindu ketika itu, yakni ihwal keberadaan rumah kremasi yang masih minim dan penyelenggaraan pendidikan agama Hindu di sekolah.

    Anies Baswedan berjanji bakal memperhatikan keberadaan rumah kremasi bagi umat Hindu. Dia mengakui, masih sedikit rumah kremasi di DKI Jakarta sehingga umat Hindu tak bisa menjalankan ritual Ngaben ketika ada yang meninggal. Anies berjanji akan menganggarkan biaya pembangunan rumah kremasi bagi umat Hindu dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2018.

    Adapun ihwal penyelenggaraan pendidikan agama Hindu di sekolah-sekolah yang ada di DKI, Anies Baswedan mengatakan akan ada kebijakan khusus terkait hal ini.

    Baca: Kembalikan Lahan Makam 2 Ha, Umat Hindu DKI Minta Mesin Kremasi

    Anies Baswedan mengatakan, pelajaran agama Hindu bagi siswa akan diselenggarakan melalui institusi keagamaan yang kemudian diakui oleh lembaga pendidikan terkait. Kelas agama itu pun bisa dilakukan di luar jam sekolah pada hari Sabtu atau Ahad. "Sehingga putra putri Bapak Ibu bisa mendapatkan pendidikan agama Hindu seperti siswa-siswa lain di Jakarta," kata Anies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.