Saat Ahmad Dhani Kaitkan Blangkon dengan Pergerakan 1920-an

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya Ahmad Dhani saat menjalani persidangan lanjutan kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 30 April 2018. TEMPO/Nurdiansah

    Gaya Ahmad Dhani saat menjalani persidangan lanjutan kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 30 April 2018. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Musisi sekaligus terdakwa kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani Prasetyo menghadiri sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, 30 April 2018.

    Didampingi anak sulungnya, Ahmad Al Ghazali (Al) dan tim kuasa hukum dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), lagi-lagi penampilan Ahmad Dhani yang berjas hitam dan blangkon menarik perhatian. Al juga tampak nyaman menggunakan penutup kepala khas budaya Jawa itu seperti ayahnya.

    Baca : JPU Akan Jawab Eksepsi Ahmad Dhani di Sidang Besok Soal...

    Ahmad Dhani menyebut gaya berpakaiannya terinspirasi tren busana para tokoh pergerakan di era 1920 - 1930. "Jadi sebenarnya ya message-nya, ini pergerakan. Pergerakan melawan penguasa," kata Ahmad Dhani, "Waktu itu kan juga pergerakan melawan penguasa."

     
    Awalnya Dhani tidak menyebut secara spesifik tokoh yang dimaksud. "Hampir semua tokoh gerakan tahun 1920, semua bajunya itu," tutur Dhani. Kemudian ia menyebut nama presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, sebagai contoh. "Cuma kayaknya Sukarno fotonya pakai dasi kupu," lanjutnya, "Mungkin minggu depan saya pakai dasi kupu."
     
    Ahmad Dhani didakwa dengan Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

    Dakwaan tersebut berdasarkan laporan Jack Boyd Lapian, simpatisan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, terkait sejumlah cuitan Dhani di Twitter. Dhani dianggap menyebarkan kebencian dengan nuansa suku, agama, rasa, dan antargolongan.

     
    Pada sidang sebelumnya, penasihat hukum Ahmad Dhani mengajukan eksepsi atau bantahan atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). Agenda sidang kali ini adalah tanggapan JPU terkait eksepsi tersebut.
     
    SALSABILA PUTRI PERTIWI | DA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.