Polisi dan IDI Konsultasi Gratis Orang Ketergantungan Narkoba

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar (dua kanan) menunjukkan barang bukti kasus penyalahgunaan narkoba di Polres Metro Jakarta Selatan, 30 April 2018. Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengamankan 2 orang tersangka dengan inisial

    Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar (dua kanan) menunjukkan barang bukti kasus penyalahgunaan narkoba di Polres Metro Jakarta Selatan, 30 April 2018. Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengamankan 2 orang tersangka dengan inisial "S" dan "ZM" dalam kasus penyalahgunaan narkoba 2.000 butir Extacy di daerah Pejaten Timur, Pasar Minggu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah (Polda) Metropolitan Jakarta Raya (Metro Jaya) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendeklarasikan anti-narkoba di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Ahad, 6 Mei 2018. Dalam deklarasi tersebut, kepolisian bersama IDI mengadakan konsultasi gratis bagi masyarakat yang sudah terlanjur ketergantungan narkoba.

    "Silakan kami sudah membuka diri, antara IDI dan Dinas Kesehatan sudah membuka diri. Silakan datang, tidak dipungut biaya, datang saja nanti konsultasi bagaimana ketergantungan itu," ujar juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono, di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Ahad, 6 Mei.

    Masyarakat, kata Argo, bisa berkonsultasi, hingga sejauh mana penggunaan narkoba sang pecandu lalu bagaimana solusinya. Jadi, deklarasi ini nantinya bisa dijadikan role model untuk daerah-daerah lain.

    "Nanti para pengguna atau para ketergantungan narkoba ini tidak akan takut, sudah ada undang-undang yang mengatur jika ada saudara, keluarga, teman, atau tetangga yang menjadi pengguna narkoba," kata dia.

    Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar mengungkapkan, deklarasi ini diadakan karena ia melihat pengguna narkoba kian hari kian banyak, tapi mereka tidak terlihat. Dengan adanya deklarasi ini, masyarakat diharapkan lebih terbuka dalam memberikan informasi para pengguna narkoba, lalu bisa diatasi oleh seluruh stakeholder terkait.

    "Memang kami bersama-sama dengan teman-teman IDI, melihat begitu banyak pengguna narkoba sehingga IDI bekerja sama dengan kami untuk membuka diri, bahwa siapa saja keluarga atau mungkin anaknya kalau sudah terkena narkoba ingin merehabilitasi, dokter siap untuk diajak merehabilitasi ini dalam rangka mencegah," ucap Indra.

    Namun Indra menjelaskan, masyarakat yang melapor tidak akan ditangkap. Pengguna narkoba yang melapor akan terlebih dulu direhabilitasi. "Kalau dia sudah melaporkan sejak dini, itu akan lebih baik dan akan direhab, jangan sampai terus-menerus. Kalau dibiarkan nanti dia jadi pengguna lama, lalu bisa menjadi pengedar. Maka dari itu, kami bekerja sama dengan IDI untuk membuka diri," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.