Begini Pujian MUI Soal Tarawih Monas Pindah ke Masjid Istiqlal

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo melakukan shalat tarawih perdana di Masjid Istiqlal, Jakarta, 17 Juni 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Presiden Joko Widodo melakukan shalat tarawih perdana di Masjid Istiqlal, Jakarta, 17 Juni 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi memuji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memutuskan pemindahan Tarawih dari Monas ke Masjid Istiqlal.

    "Merupakan keputusan yang sangat bijaksana dan patut diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya," kata Zainut di Jakarta, Selasa 22 Mei 2018.

    Dia mengatakan keputusan tersebut membuktikan Pemprov DKI benar-benar mendengar dan menyerap saran dan pendapat dari berbagai pihak khususnya dari ormas Islam seperti MUI, NU, Muhammadiyah serta ormas Islam lainnya.

    Anies Baswedan membatalkan rencana Tarawih Akbar di Monas setelah rencana itu menuai kritik. Salah satu kritik datang dari Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Cholil Nafis. Cholil mengatakan tarawih di lapangan tak benar secara syariat Islam.

    Baca: Dua Alasan Anies Baswedan Pindahkan Tarawih dari Monas ke Istiqlal

    Cholil pun berharap pemerintah DKI mengurungkan rencana itu. Cholil mengatakan tarawih di lapangan tak benar secara syariat Islam.

    Ketua Komisi Dakwah MUI itu menyarankan pemerintah DKI menggelar tarawih akbar di Masjid Istiqlal saja.

    Setelah mendapat kritik itu, Anies langsung mematuhi saran MUI untuk menggelar tarawih di Masjid Istiqlal.   

    Menurut Zainut, sudah sepatutnya jika berbicara masalah ibadah pendapat ulama yang harus didahulukan. Dengan begitu, dapat memberikan solusi keagamaan yang lebih maslahat, mengakhiri polemik, pro dan kontra yang tidak produktif antarelemen umat.

    Pro kontra itu, kata dia, kadang justru keluar dari tujuan semula untuk menciptakan kebersamaan umat Islam dalam memaknai Ramadan yang agung.

    "Saya yakin keputusan Pemprov DKI ini akan mendapatkan dukungan penuh dari seluruh ormas Islam dan masyarakat Muslim DKI Jakarta," kata Zainut.

    Baca: 4 Kritik MUI Pusat untuk Tarawih di Monas Buatan Anies Baswedan

    Dia mengatakan harapan unsur umat soal Tarawih Akbar yang diprakarsai oleh Pemprov DKI itu akan menjadi tradisi baik yang terus dihidupkan di bulan Ramadhan setiap tahun dan menjadi model yang dapat dicontoh oleh daerah lain. "Karena selain memiliki tujuan mulia yaitu memakmurkan masjid dan menyiarkan agama, juga menjadi ajang silaturahim yang indah antara umat, ulama dan umara-nya," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.