Rabu, 20 Juni 2018

DKI Janji Bangun Shelter untuk Korban Penggusuran Kampung Kunir

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekertaris Daerah DKI Jakarta Saefullah (kedua kiri) saat berdiskusi dengan warga  pada acara memperingati 3 tahun penggusuran kampung Kunir di Taman Sari, Jakarta Barat, 29 Mei 2018. Warga eks kampung Kunir menagih janji Gubernur Anies Baswedan yang akan membangun shelter untuk warga. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Sekertaris Daerah DKI Jakarta Saefullah (kedua kiri) saat berdiskusi dengan warga pada acara memperingati 3 tahun penggusuran kampung Kunir di Taman Sari, Jakarta Barat, 29 Mei 2018. Warga eks kampung Kunir menagih janji Gubernur Anies Baswedan yang akan membangun shelter untuk warga. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta berjanji membangun tempat tinggal sementara (shelter) bagi korban penggusuran Kampung Kunir. Pembangunan shelter ini diperkirakan memakan waktu tujuh pekan dan akan dimulai sebelum Lebaran.

    Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan proses pembangunan akan ditunda selama sepekan Lebaran. "Mulai pengerjaan lagi setelah Lebaran. Kira-kira lima minggu, satu setengah bulan setelahnya (selesai)," kata Saefullah di Kampung Kunir, Selasa, 29 Mei 2018.

    Saefullah datang ke Kampung Kunir untuk menghadiri peringatan tiga tahun penggusuran di tempat itu. Dalam peringatan itu, masyarakat menggelar pameran foto dan menonton video saat terjadinya penggusuran.

    Permukiman penduduk di Kampung Kunir digusur pada 25 Mei 2015 semasa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Adapun dasar penggusuran adalah banyaknya rumah tak memiliki izin bangunan dan berdiri di bantaran Sungai Ciliwung.

    Gubernur Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno, berjanji membangun shelter untuk penduduk yang digusur. Total ada 33 kepala keluarga yang masing-masing akan mendapatkan satu unit tempat tinggal di shelter tersebut.

    Saefullah mengatakan pemerintah DKI sudah memiliki desain shelter yang dijanjikan. Dari 33 unit yang dibangun, masing-masing memiliki luas 3 x 6 meter persegi. Di tempat itu akan dibangun juga kamar mandi dan tempat cuci untuk umum, serta sebuah musala.

    Shelter itu dibangun di lahan kosong, tepat di belakang Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat. "Bagian belakang yang menghadap kecamatan ada satu lantai, yang menghadap ke jalan raya dan kali dibangun dua lantai," kata Saefullah.

    Saefullah mengatakan pembangunan shelter menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) dari PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. "Mereka design and build, kira-kira Rp 2,5 miliar," ujarnya.

    Kendati begitu, Saefullah belum bisa memastikan apakah korban penggusuran Kampung Kunir akan tinggal seterusnya di tempat tersebut. "Shelter itu sifatnya sementara, kami lihat di tata ruangnya bisa dipermanenkan atau tidak," katanya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet Penanggung Beban Paling Besar di Piala Dunia 2018

    Lembaga CIES Football Observatory membandingkan angka transfer pemain bola top dengan nilai tim negaranya di Piala Dunia 2018. Ini temuan mereka.