Antisipasi Kemarau, DKI Targetkan Waduk Berfungsi Maksimal 2019

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 06-berut-WadukRawaRorotan

    06-berut-WadukRawaRorotan

    TEMPO.CO, JAKARTA- Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan menargetkan pada 2019 seluruh waduk di Jakarta sudah dapat berfungsi secara maksimal, termasuk untuk musim kemarau.

    “Target saya tahun depan,” kata Teguh saat dihubungi lewat pesan pendek siang tadi, Sabtu, 2 Mei 2018.

    Teguh menuturkan, kondisi waduk di Jakarta belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Hal ini terjadi lantaran pemanfaatan waduk-waduk tersebut masih belum maksimal.

    Supaya waduk-waduk berfumgsi maksimal, Teguh menyebut, Pemerintah Daerah DKI Jakarta telah menyiapkan beberapa langkah, misalnya  penguasaan aset waduk secara penuh dan menyediakan pengamanan di sekitarnya. Pengamanan ini berupa pembangunan rumah jaga untuk para satuan tugas (satgas) di lokasi.

    Pemda juga berencana memanfaatkan lahan basah dan kering di waduk sebagai tempat wisata air serta ruang terbuka hijau. Ia pun tidak menutup kemungkinan akan dibangun rumah susun di sekitar areal waduk.

    Ia juga menuturkan rencana pemda untuk mengembangkan sistem pengolahan air, baik air hujan maupun teknologi alat pengolahan air limbah menjadi air bersih.

    “Waduk akan kami bangun sesuai fungsinya. Musim hujan sebagai tampungan air, musim kemarau bisa membagi air,” kata Teguh. “Saya yakin dan optimis dgn cara ini kebutuhan air bersih dimasyarakat bisa terpenuhi.”

    Menurut Teguh, pada saat memasuki musim kemarau seperti sekarang waduk di DKI Jakarta hanya berfungsi sebagai cadangan pemenuh kebutuhan air bersih. “Belum dapat memenuhi kebutuhan warga Jakarta. Karena memang kami belum memaksimalkan pemanfaatan waduk tersebut,” ucap Teguh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.