Rabu, 17 Oktober 2018

Grup Waria Gasak Ponsel Saat Macet Mudik di Tol Jakarta-Cikampek

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik parkir untuk istirahat di bahu jalan tol Cikampek KM 18 akibat kemacetan parah di Tol Jakarta-Cikampek, Rabu, 13 Juni 2018. Tempo/Adi Warsono

    Pemudik parkir untuk istirahat di bahu jalan tol Cikampek KM 18 akibat kemacetan parah di Tol Jakarta-Cikampek, Rabu, 13 Juni 2018. Tempo/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Bekasi - Komplotan waria beraksi di tengah kemacetan Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada arus mudik Rabu pagi, 13 Juni 2018 dan dilaporkan ke polisi Kota Bekasi.

    Mereka belakangan diketahui menggasak satu unit telepon genggam dan uang senilai Rp 100 ribu milik pengendara mobil yang tengah mudik yang berhenti di sekitar Tol Bekasi Barat sekitar pukul 03.00 WIB dinihari.

    Peristiwa itu menimpa Habib Mustofa, pemudik tujuan Semarang, Jawa Tengah yang berangkat dari Cengkareng Jakarta Barat.

    Baca : Wakapolda Metro Jaya Pantau Arus Mudik Jalur Pantura Lewat Udara

    Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Indarto mengatakan, peristiwa bermula ketika korban berhenti di pinggir tol Bekasi Barat karena ingin buang air kecil serta mengisi air radiator mobilnya. Sebelum turun, korban melihat ada sekelompok waria di pinggir tol.

    "Korban tetap pergi dan meninggalkan istri dan anaknya di dalam mobil yang sedang tidur," kata Indarto di Bekasi, Rabu. 13 Juni 2018.

    Eh, tak lama kemudian korban kembali, dan melihat ada seorang waria mengetuk pintu mobil meminta sebatang rokok. Khawatir dengan kondisi istri dan anaknya, Mustofa segera menuju ke mobil, sedangkan waria itu pergi begitu saja.

    Sampai di mobil yang rehat dari kemacetan arus mudik tersebut, kata Indarto, Mustofa mendapati sebuah telepon selularnya hilang, serta sejumlah uang receh senilai total Rp 100 ribu raib. Korban sempat mencari waria itu, namun tidak menemukannya. Karena itu, korban melaporkan kejadian tersebut ke pos polisi di Mega Bekasi Hypermall.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.