Operasi Cipkon 3 Hari, Begal Terbanyak Ditangkap di Wilayah Ini

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menunjukan para bandit jalanan yang ditangkap dan sejumlah senjata tajam yang disita dalam operasi cipta kondisi selama tiga hari di Polda Metro Jaya, Jumat, 6 Juli 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Polisi menunjukan para bandit jalanan yang ditangkap dan sejumlah senjata tajam yang disita dalam operasi cipta kondisi selama tiga hari di Polda Metro Jaya, Jumat, 6 Juli 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Utara menahan 18 tersangka begal dalam Operasi Cipta Kondusif (Cipkon) sejak 3 hingga 5 Juli 2018.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan polisi telah menangkap 387 orang selama 3 hari operasi Cipkon.  

    "Total keseluruhan polisi mengamankan 387 orang," kata Argo, Jumat, 6 Juli 2018.

    Baca: Senjata Api Rakitan Para Begal Diduga Produksi dari Dua Kota Ini

    Dari ratusan orang itu, hanya 73 orang yang ditahan karena terbukti melakukan tindak pidana. Sedangkan 314 orang yang lain dilakukan pembinaan. 

    Jika dibandingkan daerah lain, Polres Jakarta Utara paling banyak menahan begal. Polres Jakarta Selatan menahan 11 orang, Polres Jakarta Pusat 7 orang, Polres Jakarta Barat 1 orang, serta nihil di Polres Jakarta Timur.

    Barang bukti yang diamankan oleh Polres Jakarta Utara pun beragam, seperti celurit, gergaji besi, kunci-kunci yang digunakan untuk mencuri sepeda motor, serta uang tunai Rp 7.029.000 hasil kejahatan.

    "Mereka disangkakan Pasal 363, 365, 368 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Darurat Nomor 1 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara," tutur Argo.

    Baca: Begal Sadis di Tangerang, Korban TKW Baru Pulang dari Thailand

    Operasi Cipta Kondusif digelar setelah rentetan aksi pembegalan hingga memakan korban jiwa terjadi di Ibukota dan sekitarnya. Salah satunya adalah pembegalan yang dialami oleh Saripah binti Asman, 34 tahun.

    Saripah menjadi korban begal motor di Jalan Rasuna Said, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu malam, 4 Juli 2018, pukul 19.00 WIB. Saripah tewas terkena tembakan begal di bagian dada kiri serta tusukan senjata tajam di perutnya. 

    Sebelumnya, Minggu pagi 1 Juli 2018, Warsilah, 37 tahun, penumpang ojek online tewas setelah menjadi korban pembegalan di depan Gudang Garam Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat. Korban terpental setelah tasnya dirampas pelaku yang menggunakan sepeda motor mirip Suzuki Satria.

    Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis pun telah menginstruksikan tembak di tempat bagi pelaku begal jika melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Polisi pun mengerahkan seribu personel gabungan dari jajaran Polda dan seluruh Polres dalam Operasi Cipta Kondusif ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.