Sandiaga Uno ke Moskow, F-PDIP: Mungkin di Jakarta Sudah Pening

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyapa para pedagang saat tiba untuk menghadiri <i>nonton</i> bareng final Piala Dunia 2018 di Pasar Induk Kramat Jati, 15 Juli. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyapa para pedagang saat tiba untuk menghadiri nonton bareng final Piala Dunia 2018 di Pasar Induk Kramat Jati, 15 Juli. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DKI Jakarta Gembong Warsono mempertanyakan kunjungan kerja Wakil Gubernur Sandiaga Uno ke Moskow, Rusia. Sebab, kunjungan kerja itu dilakukan saat Ibu Kota tengah sibuk menghadapi perhelatan Asian Games 2018. "Baguslah jalan-jalan buat refreshing, mungkin di Jakarta sudah Pening," kata Gembong, Kamis, 2 Agustus 2018.

    Baca : Hasil Lawatan Sandiaga Uno ke Tokyo, Bakal Ada Pertukaran Gorila

    Gembong menilai momentum Sandiaga ke Moskow sangat tidak tepat. Selain dekat dengan pelaksanaan Asian Games, kepergian Sandiaga dinilai belum jelas manfaatnya bagi warga Jakarta.

    Sandiaga diketahui ingin melanjutkan rencana kerja sama sister city antara Jakarta dan Moskow yang tahun lalu dirintis Gubernur Djarot Saiful Hidayat.

    Menurut Gembong, rencana kerja sama itu memang perlu dilanjutkan. Namun momentumnya harus tepat. Karena itu, dia menilai kepergian Sandiaga ini hanya jalan-jalan. “Momentumnya tidak tepat karena kita mau punya hajat besar," ujarnya.

    Sebelum berangkat, Sandiaga Uno mengatakan akan berada di Moskow selama tiga hari hingga 3 Agustus 2018. Ia dijadwalkan bertemu dengan Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin. Mereka akan membahas kelanjutan kerja sama sister city antara Moskow dan Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.